BBGRM Tingkat Jabar 2019: Krisis Das Citarum Jadi Perhatian Pemprov Jabar

BBGRM Tingkat Jabar 2019: Krisis Das Citarum Jadi Perhatian

Bosscha.id – Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum saat ini terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu, sebanyak 1.271 desa di Jabar yang terlintasi DAS Citarum didorong terlibat menangani persoalan sampah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Sopandi, di sela kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI 2019 tingkat Provinsi Jawa Barat digelar di Lapang Guruminda Desa Kayu Ambon, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (30/4/2019).

“Daerah Das Citarum menjadi konsen kami. Maka dari itu, 1.271 desa tersebut menjadi fokus pemerintah,” ucap Dedi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Sopandi
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Sopandi, tengah memberikan keterangan kepada wartawan, di Lembang, Selasa (30/42019)

Dedi mengatakan, pemerintah juga saat ini tengah fokus untuk menangani kotoran hewan (kohe). Ia menyebutkan, seperti di Bandung Barat, kohe masih menjadi permasalahan.

“Masih ada beberapa desa yang membuang kotoran sapi ke sungai. Maka dari itu, kami memiliki rencana, membuat teknologi pengolahan kotoran di sejumlah titik,” ungkapnya.

Acara BBGRM yang dipusatkan di Lembang tahun ini, memiliki tema “Dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat, Kita Perkuat Inovasi Masyarakat menuju Jawa Barat JUARA”.

Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan yang juga menyempatkan diri meresmikan penggunaan mesin insinerator pembakaran sampah di acara tersebut, menyebutkan, produksi sampah di Bandung Barat mencapai 700 ton setiap harinya.

Baca Juga:   Polisi Pastikan Dua Tersangka Hoaks Terkait Corona di Jabar

Menurutnya, saat ini dibutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan sampah.

BBGRM Tingkat Jabar 2019: Krisis Das Citarum Jadi Perhatian
Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan
BBGRM Tingkat Jabar 2019: Krisis Das Citarum Jadi Perhatian

“Menangani permasalahan sampah tidaklah mutlak menjadi tanggung jawab pemda, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua agar sampah tidak menjadi permasalahan yang berkepanjangan,” ujar Hengki.

Sementara itu, Dansektor 22 DAS Citarum Harum, Kolonel Infanteri Asep Rahman Taufik menjelaskan, penyebab utama seluruh aliran sungai yakni sampah rumah tangga, limbah pabrik dan kotoran ternak merupakan polutan terbanyak yang membuat Sungai Citarum selalu kotor.

“Saya bercita-cita Sungai Citarum dapat menjadi sungai terbersih di Indonesia. Terus terang, saya merindukan flora dan fauna sungai yang kini sudah hilang akibat polutan dan limbah yang dibuang secara massive ke berbagai aliran sungai citarum,” tuturnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password