24 April, Hari Solidaritas Asia-Afrika

24 April, Hari Solidaritas Asia-Afrika
Bosscha: Hari Solidaritas Asia Afrika

Bosscha.id – Usai peringatan Konferensi Asia Afrika tahun 2015 yang ke 60 di Kota Bandung, tanggal 24 April ditetapkan sebagai Hari Solidaritas Asia-Afrika.

Pada Konferensi Asia-Afrika pertama tahun 1955, menghasilkan Dasasila Bandung. Persamaan derajat, saling menghormati kedaulatan negara masing-masing negara dan kerja sama antar bangsa menjadi hal penting dalam Dasasila Bandung tersebut. Dasasila Bandung juga mengandung semangat kemerdekaan. Negara-negara baru di Asia dan Afrika harus diakui kedaulatannya. 

Hari Solidaritas Asia-Afrika : Sejarah Singkat KAA

Indonesia kala itu mempersiapkan kota Bandung untuk menjadi tuan rumah pertemuan tingkat tinggi. Gubernur Jawa barat ketika itu, Samsi Hardjadinata, membentuk panitia lokal di Bandung pada 3 Januari 1955.

Panitia lokal ini mengurusi akomodasi, transportasi, logistik, keamanan, penerangan, komunikasi, kesehatan, hiburan, dan lainnya. Panitia Interdepartemental juga dibentuk pada 11 Januari 1955 oleh pemerintah pusat.

Gedung Merdeka Tempo Dulu
Gedung Merdeka Tempo Dulu, Sumber Foto: Net

Gedung Concordia dan Gedung Dana Pensiun disiapkan sebagai tempat konferensi. Hotel Preanger, Hotel Homman, dan 12 hotel lainnya serta 31 bungalow di sekitar Lembang, Ciumbuleut, dan jalan Cipaganti disiapkan untuk penginapan.

Jumlah peserta yang hadir dalam konferensi diperkirakan 1.500 orang. Akomodasi untuk 500 wartawan juga diurus. Demi kelancaran transportasi, sebanyak 143 mobil, 30 taksi, 20 bus, serta 230 sopir pun disiapkan.

Apa yang mendasari Presiden Indonesia Sukarno dan perdana menteri kala itu, Ali Sastroamidjojo juga sebagian dari para pemimpin negara di Asia dan Afrika untuk menggelar Konferensi Asia Afrika?. Dikarenakan bahaya Perang Dingin bagi mereka.

Perang dingin yang dimulai tak lama setelah Perang Dunia II selesai. Dimana Kolonialisme berubah bentuk menjadi Neo-Kolonialisme, Negara Komunis dan Liberalis-Kapitalis adu kuat yang berdampak pada Negara-negara bekas koloni, yang baru saja merdeka, pun terancam jadi ajang pertarungan negara-negara kuat.

Peringatan KAA ke-60

Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Kota Bandung tahun 2015 yang diikuti oleh 600 peserta yang berasal dari 29 negara di Asia dan Afrika serta lima negara sponsor.

Sejumlah petinggi negara pun hadir kala itu, seperti Perdana Menteri Indonesia Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Republik Rakyat Cina En Lai, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser dan Raja Saudi Arabia Faisal dan dihadiri oleh 24 negara yaitu, Kamboja, Republik Rakyat Cina, Ethiopia, Pantai Emas, Iran, Irak, Jepang, Yordania, Laos, Lebanon, Liberia, Libya, Nepal, Filipina, Saudi Arabia, Sudan, Syiria, Muang Thai, Turki, Republik Demokrasi Viet-Nam, Viet-nam Selatan, Yaman, Afganistan dan Mesir.

Baca Juga:   Dosen UI laporkan Politikus PKS ke Bareskrim Polri
Bendera Peserta Peringatan KAA ke-60
Bendera Peserta Peringatan KAA ke-60, Sumber Foto: Net

Selain menjadi tuan rumah acara puncak peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika, Kota Bandung juga akan menggelar acara puncak yang akan berlokasi di lokasi dimana KAA dilaksanakan pada tahun 1955 yaitu Gedung Merdeka.

Akan ada beberapa acara besar lainnya yang akan digelar, salah satunya Asia Afrika Carnival yang untuk pertama kalinya diselenggarakan. Kegiatan ini akan berlangsung pada 21 -27 April 2015, menampilkan parade kostum serta musik yang akan diikuti 109 negara.

Deklarasi Palestina, Hal Penting dibalik Peringatan KAA ke-60

Deklarasi Palestina menjadi salah satu dari tiga dokumen penting yang dihasilkan dalam peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika yang dihelat pada 19 hingga 24 April.

Selama lima hari digelar di Jakarta, peringatan KAA menjadi ajang menggalang dukungan terhadap kemerdekaan dan pendirian negara Palestina. Dukungan Palestina ini sejalan dengan tujuan awal KAA, yakni, menjadi tempat aspirasi negara yang menentang penjajahan dan imperialisme.

24 April Hari Solidaritas Asia-Afrika

Selain menjadi hari terakhir dan ditutupnya peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika tahun 2015 lalu, 24 April juga ditetapkan sebagai Hari Solidaritas Asia Afrika. Hal ini ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

Infografis Hari Solidaritas Asia-Afrika
Bosscha: Hari Solidaritas Asia-Afrika

Jokowi mengatakan, Peringatan 60 Tahun KAA telah mengirimkan pesan kepada dunia bahwa kondisi kehidupan dunia masih tidak berimbang dan jauh dari keadilan dan jauh dari perdamaian. “Indonesia menyerukan persatuan dan perdamaian. Kemudian disepakati pula untuk menyelesaikan tantangan utama Islam, yaitu kemerdekaan palestina, terorisme, dan konflik internal,” ujar dia.

Selain itu, menurut Kepala Negara, para peserta sepakat membentuk gugus tugas (task force) untuk membangun kerangka kerja dan kerangka komunikasi untuk menyelesaikan masalah. Negara OKI pun menyampakan harapan besar Indoneia untuk mengatasi masalah dalam dunia Islam,” papar Jokowi.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password