Sepatu Nabila, Kisah Zahra dan Simpati AA Umbara

Sepatu Nabila, Kisah Zahra dan Simpati AA Umbara 19
Bosscha: Sepatu Nabila, Kisah Zahra dan Simpati AA Umbara

Bosscha.id – Film Children Of Heaven mengisahkan cerita yang mengungkap derita keluarga miskin dan sangat menyentuh perasaan. Bagaimana tidak, film yang mengambil latar di negara Timur Tengah ini mengisahkan ketangguhan dua orang anak (kakak beradik) yakni Ali dan Zahra dalam menghadapi masalahnya yang harus bersekolah dengan sepasang sepatu.

Ali dan Zahra
Bosscha: Ali dan Zahra, Adik Kakak (Children Of Heaven)

Memang dalam perjalanannya kakak-beradik ini terlahir dari keluarga miskin.Namun mereka harus saling bergantian memakai sepatu setiap ke sekolah dikarenakan sepatu Zahra hilang oleh Ali ketika ia sedang menghutang sayuran di pasar. 

Zahra Tengah Mencuci Sepatu Kesayangannya
Bosscha: Zahra Tengah Mencuci Sepatu Kesayangannya (Children Of Heaven)

Sepatu Zahra sendiri sudah sangat butut dan jebol. Tapi karena orangtua mereka belum memiliki uang, akhirnya mereka memutuskan untuk mensol sepatu Zahra agar dapat dipakai laga

Namun sebagai seoarang kakak kandung, Ali tak tega melihat adiknya menangis dan ia merasa bersalah sekali. Akhirnya ia pun memutuskan untuk meminjamkan sepatunya untuk dipakai Zahra ke sekolah. Padahal Ali juga hanya punya satu sepasang sepatu, itupun sudah agak butut.

Kisah Children Of Heaven mengingatkan kisah perjuangan Nabila (12) anak SD asal Kampung Cibodas RT 03/RW 07, Desa Pangauban, Kecamatan. Batujajar, Kabupaten Bandung Barat yang memulung demi membeli sepatu.

nabila
Sumber Foto: kita bisa.com

Memang perjalanan hidup yang tidak mudah harus dilakoni oleh Nabila di usianya yang masih 12 tahun. Nabila menjadi viral di media sosial gara-gara bertengkar dengan teman-temannya karena masalah sepatu. 

Berbeda dengan kebanyakan anak-anak seusianya yang bisa menikmati waktu bermain lebih banyak di luar aktivitas kegiatan belajar di sekolah, Nabila justru harus berkeliling kampung mengumpulkan barang-barang rongsokan selepas pulang sekolah demi kakek dan neneknya yang sering sakit-sakitan.

Sementara, hasil penjualan barang-barang bekas itu untuk biaya berobat kakek Cece yang sakit pada saluran kencing sejak enam bulan terakhir dan nenek Ira yang sakit jantung.

“Saya mencari barang bekas untuk dijual agar biasa membiaya kakek sama nenek, juga bisa membahagiakan mereka. Saya punya cita-cita ingin jadi dokter agar bisa mengobati kakek sama nenek yang sekarang lagi sakit,” kata Nabila.

Nabila dengan Kakek dan Neneknya
Nabila dengan Kakek dan Neneknya, Sumber Foto: Net

Nabila mengaku kesal kepada teman-temannya yang sering mengejek kakeknya. “Abah kan sakit, sakitnya susah kencing. Teman-teman di kelas suka mengejek abah. Saya sempat kesal ditamba mereka mengerjai sepatu saya,” kata Nabila.

Namun, kejadian tersebut tidak membuat Nabila marah kepada teman-teman yang membully-nya. Malahan,  menurut Nabila, teman-temannya sudah datang ke rumahnya dan meminta maaf tentang kejadian tersebut.

“Teman-teman sudah datang ke rumah dan minta maaf. Saya juga sudah memaafkan dan tidak marahan lagi sama mereka,” ujarnya.

Baca Juga:   Bandung Barat Kekurangan Pustakawan

Saat ini Nabila hanya tinggal bersama kakeknya Cece (70) dan Ira (70) di Kp. Cibodas RT 03/RW 07, Desa Pangauban, Kec. Batujajar, Kab. Bandung Barat. Karena, sejak bayi ia sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya yang sudah berpisah.

“Ibunya saat ini berada di Kalimantan dan bapaknya tidak tahu berada di mana. Kedua orang tuanya tidak pernah datang menemui Nabilia,” ungkap  Nenek Ira saat ditemui di kediamannya, Rabu (17/4/2019).

 Sepatu Nabila, Kisah Zahra dan Simpati AA Umbara
Bosscha: Sepatu Nabila, Kisah Zahra dan Simpati AA Umbara

Cerita Nabila mencuri perhatian banyak masyarakat. Termasuk Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna. Seusai melaksanakan apel bersama seluruh jajaran Satuan Perangkat Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Bandung Barat, Senin (22/4/2019), Aa Umbara spontan menggalang dana untuk Nabila.

“Sumbangan yang berhasil di kumpul dari semua ASN yang mengikuti apel pagi ini berjumlah Rp. 16.084.000. Disamping bantuan dari dinas dinas terkait yang sudah ada, dan donasi yang dilakukan oleh setiap elemen masyarakat, kegiatan ini sengaja bapa inisiasi agar kepedulian di setiap ASN terbangun,” kata Bupati dilihat dari akun instagramnya, Senin (22/4/2019).

Selain donasi untuk Nabila, donasi juga diberikan untuk Dicky (anak yang berhenti sekolah karena kehilangan kaki kirinya) dan Abah Man (kakek pemungut sampah di komplek pemda).

Menurur Umbara, saat ini segala permasalahan di Bandung Barat harus di respon cepat. Jangan sampai permasalahan diselsaikan setelah ramai dibicarakan di masyarkat dan di media sosial.

Dengan demikian, ia pun meminta semua jajaran di pemerintah bisa bersama menyelsaikan masalah sosial di Bandung Barat. 

“Bapa ingat kan sekali lagi kita adalah pelayan masyarakat, harusnya permasalahan seperti ini bisa di temukan langsung. Jangan menunggu riuh di sosmed baru bergerak. Semua permasalahan di KBB tidak bisa diselsaikan oleh Aa Umbara dan Hengki saja. Butuh kerjasama dan sinergitas dari jajaran dan semua pihak terkait,” ungkapnya.**

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password