Antisipasi Penimbunan dan Lonjakan Harga, Tiga Pasar Tradisional di Bandung Barat Disidak

Antisipasi Penimbunan dan Lonjakan Harga, Tiga Pasar Tradisional di Bandung Barat Disidak

Bosscha.id– Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat terus mengawal pergerakan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan 2019. Sebab, tingginya permintaan bahan pokok masyarakat rentan mempengaruhi kenaikan harga. 

Oleh karena itu, sejak pekan lalu hingga Senin (22/4/2019) ini, Disperindag KBB melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga pasar tradisional mulai dari Pasar Panorama Lembang, Pasar Tagog Padalarang dan Pasar Batujajar.

“Berdasarkan hasil pengecekan tim kami di ketiga pasar tersebut, dua pekan menjelang ramadan,harga sembako masih stabil,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman, Senin (22/4/2019).

Berdasarkan data dari Disperindag KBB, harga kebutuhan pokok yang masih stabil mulai dari beras premium diharga Rp 12 ribu/kg, gula pasir Rp 11 ribu/kg, daging sapi Rp 110 ribu/kg, telur ayam Rp 24 ribu/kg, cabai merah keriting Rp 21 ribu/kg, bawang merah Rp 40 ribu/kg, daging ayam Rp 34 ribu/kg, minyak goreng curah Rp 10 ribu/liter, kentang Rp 10 ribu/kg dan gas elpiji 3 kg diangka Rp 22 ribu/tabung serta beberapa harga kebutuhan pokok lainnya dipastikan masih stabil.

ingografis harga kebutuhan pokok di pasar Bandung Barat, Tiga Pasar Tradisional di Bandung Barat Disidak
Bosscha.id

“Itu data seperti di Pasar Batujajar. Yang jelas pemerintah menjamin ketersedian barang bakal aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Termasuk memantau soal harga agar tidak ada pihak-pihak yang bermain dalam menaikan harga seenaknya dan memberatkan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga:   3 Bocah Viral di RSUD Cililin KBB Akhirnya Diisolasi dan Satu Diantaranya Dinyatakan Positif Corona

Maman menyebutkan, selain ketersediaan sembako, pihaknya juga bakal memantau soal ketersedian gas elpiji 3 kg selama Ramadan hingga Lebaran. Adapun menurutnya, untuk tahun ini ketersediaan gas masih relatif aman kendati mengalami kenaikan permintaan dari masyarakat.

“Tahun 2019 ini kuota gas elpiji 3 kg di KBB mencapai angka 13.803.333 tabung atau mengalami kenaikan hingga 6 persen dari tahun 2018 lalu. Karena tahun lalu itu serapan gas elpiji hanya 13.022.000 tabung,” ungkapnya.

Mendekati bulan suci Ramadan, menurut Maman pihanknya pun bakal terus melakukan pengecekan harga dan ketersediaan barang.

“Tidak hanya di pasar tradisional namun juga ke sejumlah warung-warung agar memastikan harga tetap aman dan stabil. Oleh karena itu, secara rutin kami akan terus memantau agar harga ini tetap stabil untuk menjamin masyarakat agar tetap mendapatkan harga yang terjangkau dan murah,” katanya.**

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password