Mengungkap Kilas Balik Misteri Kematian RA Kartini

Misteri Kematian RA Kartini

Bosscha.id – Mendengar nama Kartini, banyak dari kita hanya mengingatnya dengan budaya memakai kebaya dan kutipan “Habis Gelap, Terbitlah Terang”. Tanggal 21 April masyarakat di penjuru negeri memperingati ‘Hari Kartini’ yang merupakan pahlawan bagi perempuan Indonesia. Tanggal tersebut adalah hari lahir dari sosok yang memperjuangkan emansipasi wanita. Namun banyak dari kita yang tidak tahu bagaimana Raden Ajeng Kartini meninggal.

Diusia yang masih muda, Kartini meninggal dunia beberapa hari setelah melahirkan putra pertamanya, beberapa kejanggalan pada kematiannya tidak terungkap menyisakan begitu banyak misteri dari tulisannya dan juga,kematiannya pun disebut-sebut adalah tidak wajar

Infografis Biografi RA Kartini
Bosscha: Infografis Biografi RA Kartini

Berikut adalah beberapa kejanggalan pada kematian Raden Ajeng Kartini

Misteri Kematian RA Kartini: Kematian yang mendadak di usia 25 tahun

Foto Putra Tunggal Kartini
Foto Putra Tunggal Kartini, Sumber Foto: Net

Selepas melahirkan putra pertamanya yang diberi nama Raden Mas Soesalit. Keduanya tampak sehat. dokter mengatakan semua baik-baik saja dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Bahkan, mereka sempat minum anggur bersama untuk merayakan kehadiran putra Kartini. Namun tak lama setelah dokter Belanda tersebut pergi, Kartini mengeluh sakit di bagian perutnya. Kondisi kesehatan Kartini berubah mendadak dan terkesan tidak wajar.  Dokter pun kembali ke rumah Kartini. Setengah jam setelah kedatangan dokter Van Ravesteyn, nyawa Kartini ternyata tak tertolong. Perempuan tersebut meninggal di usia 25 tahun.

Dokter Belanda, Bukan Langganan Kartini

djawa tempo doeloe
Sumber Foto: djawatempodoeloe


Misteri Kematian RA Kartini. Saat merasakan kontraksi, suaminya memanggil dokter Belanda bernama Ravesteijn dari Pati dikarenakan dokter sipil Rembang langganan Kartini, Bouman sedang tidak ada ditempat. Proses persalinan yang dilakukan dokter Ravesteijn cukup memakan waktu lama, hingga akhirnya dokter Ravesteijn menggunakan jalan pintas dengan memakai alat bantu yang tak jelas apa namanya. Pada pukul 21.30, Kartini pun akhirnya berhasil melahirkan bayi laki-laki yang sehat.

Baca Juga:   Sindrom Baby Blues? Ini Cara Mengatasinya

Ravesteijn Mempunyai Reputasi Buruk sebagai dokter

misteri kematian ra kartini
Sumber Foto: Net

Dokter Bouman yang merupakan langganan keluarga Kartini pun melakukan penyelidikan setelah meninggalnya Kartini. Dokter Bouman pun menemukan fakta bahwa Ravesteijn adalah dokter yang tidak dapat dipercaya. Dan Karena serangkaian ketidakwajaran kematian Kartini inilah muncul desas-desus yang mengatakan kalau Kartini mati dibunuh.

Kematiannya Menguap dan Tidak Pernah Diusut Pihak Keluarga

keluarga kartini
Sumber Foto: Net

Pada masanya teknologi medis memang tidak secanggih sekarang, kematian Kartini pun dianggap keluarganya murni Karena berjuang melahirkan putranya. salah satu keponakan dari Kartini mengakui isu miring tersebut tidak dapat dibuktikan. Keluarga besar juga mengatakan jika kematian usai persalinan memang hal yang lumrah akibat prosesnya yang berat.

Diduga Sindrom Pre-eklampsia lah Penyebab Kematian Kartini

Misteri Kematian RA Kartini. Sindrom pre-eklampsia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, kenaikan protein dalam urin, dan pembengkakan pada tungkai. Hal itu biasanya dialami oleh ibu muda yang baru hamil anak pertama. Hingga kini, sindrom tersebut belum diketahui apa penyebabnya hingga belum bisa melakukan pencegahan. Walau dokter modern menduga sindrom Pre-eklampsia penyebab kematiannya, belum bisa dipastikan 100% jika kematian Tokoh Emansipasi  ini adalah lantaran sindrom tersebut.

Dikutip dari : Kartini: Sebuah Biografi (1979) dan beberapa sumber lainnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password