Menengok 65 Tahun Perjalanan Hansip

65 Tahun Perjalanan Hansip

Bosscha.id – Sering kita memandang remeh profesi Hansip, sebagai orang yang menjaga keamanan lingkungan desa atau menjaga acara hajatan saja. Pertahanan Sipil atau yang lebih kita kenal dengan Hansip, memiliki sejarah panjang yang konon cikal-bakal Hansip telah ada sejak jaman penjajahan Belanda.

Secara historis Pertahanan Sipil atau Hansip mempunyai sejarah yang sangat panjang yang hampir sama dengan usia kemerdekaan Republik Indonesia, yang secara formal diperingati setiap tanggal 19 April. Pada tahun 2019 ini Hansip genap berusia 65 tahun.

65 Tahun Perjalanan Hansip: Sejarah Panjang Pertahanan Sipil

Secara resmi Hansip lahir pada 1954 melalui Undang-undang Nomor 29 Tahun 1954 tentang Pertahanan Negara Republik Indonesia dalam konteks Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (SISHANKAMRATA).

Saat itu, Hansip dibentuk dengan dua tujuan, yaitu sebagai komponen khusus pendukung Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam keadaan perang, dan menangani bencana. Maka apabila melihat konteks lahirnya diatas, tugas Pertahanan Sipil tidak bisa dianggap remeh.

Pada 1972 terjadi perombakan pada tubuh organisasi Hansip. Pasca perombakan tersebut tugas Hansip semakin diarahkan guna perlindungan masyarakat sipil beserta aset-asetnya bila terjadi perang dan bencana.

Lalu melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 56 Tahun 1972, organisasi ini diserahkan dari yang tadinya di bawah Departemen Pertahanan Keamanan (Dephankam) ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Setelah dikeluarkannya keputusan tadi, Hansip berada di bawah pengawasan Bupati dan Gubernur pemerintah daerah.

Kemudian lahir lagi beberapa peraturan hukum yang menyoal keberadaan Hansip. Fungsinya sebagai pelindung masyarakat ditegaskan kembali dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan.

Setelah Orde Baru runtuh, Undang-undang Nomor 20 tahun 1982 dicabut dan diganti dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Dengan keluarnya peraturan ini maka keberadaan serta peran dan fungsi Hansip tidak lagi diatur secara tegas dan bahkan seolah-olah hilang.

Melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 061/847/SJ tanggal 5 April 2000 tentang Penataan Perangkat Daerah, nomenklatur Kantor Markas Wilayah Pertahanan Sipil diubah menjadi Kantor Perlindungan Masyarakat selanjutnya sebutan organisasi Hansip diubah menjadi organisasi Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Pembinaan terhadap Linmas sejak tahun 2004 dilaksanakan oleh Pemda di bawah Satuan Polisi Pamong Praja. Ini sesuai dengan isi dari UU 32 Tahun 2004 yang menyatakan urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemda Provinsi, Kabupaten/Kota, meliputi penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat termasuk di dalamnya perlindungan masyarakat.

Baca Juga:   Isu Rizieq Shihab Hadiri Reuni 212, Panitia Siapkan Live Video
Infografis 65 Tahun Perjalanan Hansip
Bosscha: Infografis sejarah 65 Tahun Perjalanan Hansip (Foto diambil dari kapanlagi.com)

65 Tahun Perjalanan Hansip: Peran pada Masa “Akhir” Penjajahan

Hansip telah ada sejak jaman penjajahan Belanda, tepatnya akhir masa penjajahan Belanda. Ketika itu pemerintah Hindia Belanda membentuk organisasi mirip hansip untuk menghadapi kedatangan militer Jepang. Organisasi tersebut bernama Light Buscherming Dients (LBD).

Organisasi tersebut dibentuk sampai lingkungan masyarakat terkecil dalam bentuk Gumi atau yang sekarang dikenal sebagai RT. Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal Hansip yang dirangkaikan dengan kepentingan pertahanan dan perlindungan masyarakat terhadap serangan musuh. Selain itu, juga dibebani dalam hal penjagaan keamanan, pengumpulan dana, pengaturan bahan makanan dsb.

Pada 1942 Belanda menyerah tanpa syarat. Kekuasaan atas Indonesia beralih ke Jepang. Lalu, pemerintah pendudukan Jepang memanfaatkan LBD sebagai alat untuk menghadapi serangan Sekutu dan pengerahan rakyat.

Pada 1949, setelah terjadi perang mempertahankan kemerdekaan, rakyat mendapatkan berbagai kesulitan, seperti pemberontakan bersenjata di berbagai daerah. Untuk itu, dibentuklah Organisasi Perlawanan Rakyat (OPR) yang mengarahkan rakyat dalam membantu pemerintah memulihkan keamanan dalam negeri. Organisasi ini juga mirip dengan Hansip, atau bisa dibilang embrio Hansip.


UHA (Unggal Hajat Aya) : Sebuah Gerakan Apresiasi terhadap Profesi Hansip

Wajah Hansip semakin memudar, dan stigma sebagai profesi yang remeh masih kuat di masyarakat. Mengingat pentingnya posisi Hansip lalu munculah gerakan apresiasi terhadap Hansip dengan nama UHA ( Unggal Hajat Aya ), sebuah gerakan media sosial.

Melalui instagram gerakan ini mendapatkan respon positif dari netizen, dan dengan cepat akun instagram @uha.pusat menjadi sorotan publik terutama kaum muda.

Pada tanggal 13 Mei 2018 , UHA dikukuhkan melalui postingan Instagramnya @uha.pusat

instagram hansip UHA
Sumber Foto : Instagran @uha.pusat

Bahkan Mars UHA pun Diciptakan Sabo Bonieza  sebagai Bentuk Apresiasi terhadap Hansip



Itulah sejarah 65 Tahun Perjalanan Hansip di Indonesia. Jadi gimana masih mau menganggap remeh Hansip ?

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password