Antisipasi Kebocoran Pipa, BUMD KBB Punya Tim Patroli Cepat

Antisipasi Kebocoran Pipa, BUMD KBB Punya Tim Patroli Cepat

Bosscha.id – Jalur pipa air di Kabupaten Bandung Barat saat ini rawan kebocoran. Penybabnya, lantaran tekanan dan kapasitas air yang tinggi serta kontur tanah yang menurun. 

Oleh karena itu,  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung Barat, PT Perdana Multiguna Sarana (PMgS) terus mengintensifkan pengecekan jalur pipa air.

“Seperti di Desa Tanimulya dan Desa Cilame Kecamatan Ngamprah itu memang menjadi titik rawan kebocoran. Sekarang pengecekan dilakukan, sekaligus sebagai persiapan pelayanan menjelang bulan Ramadan,” kata Manager Perencanaan PT PMgS, Yovita Yulia Dewi saat ditemui di kantornya, Selasa (16/4/2019).

Yovita pun menjamin bahwa layanan kepada masyarakat tak akan ada kendala lantaran petugas selalu bergerak cepat dalam menangani bila terjadi kebocoran di lapangan. Sebab, para petugas selalu bersiaga dan selalu memantau setiap laporan yang masuk dari pelanggan. 

“Kami memiliki petugas yang selalu melakukan patroli di lapangan ada dua orang dan setiap hari berkeliling. Termasuk nanti pas libur lebaran ada jadwal piket yang selalu berjaga, termasuk menyiapkan segala sarana prasarana serta barang yang dibutuhkan untuk perbaikan jalur pipa,” ungkapnya.

BUMD KBB Punya Tim Patroli Cepat. Yovita Yulia Dewi

Yovita menyebutkan, jumlah pelanggan air sampai saat ini mencapai 4.300 sambungan rumah (SR) yang bersumber dari dua mata air, mulai dari Sungai Cijanggel di Kecamatan Cisarua dan Sungai Cibanteng di Kecamatan Cikalongwetan. 

Baca Juga:   Anggota DPRD KBB Terpilih Akan di Tes Urine, BNN KBB: Butuh Otak yang Sehat untuk Bisa Memikirkan Nasib Rakyat

“Kuota kita sebenarnya sampai 5.000 pelanggan dengan dua mata air tersebut, sehingga kami pastikan distribusi air ke pelanggan masih aman. Kami juga terus mendorong agar jumlah pelanggan bisa terus bertambah setiap tahunnya,” terangnya.

Yovita menambahkan, persiapan menghadapi ramadan dinilai penting lantaran tingkat konsumsi air mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan di luar ramadan. Hal itu dikarenakan faktor penggunaan air untuk ibadah khususnya di masjid cukup tinggi. “Seperti ada salat tarawih pasti berdampak pada penggunaan air lebih banyak. Sebaliknya untuk konsumsi air rumah tangga biasanya masih normal,” ungkapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password