Kekerasan Terhadap Anak Harus Dihentikan, Termasuk di Bandung Barat yang Masih Tinggi

Kekerasan Terhadap Anak Harus Dihentikan
Bosscha: Kekerasan Terhadap Anak Harus Dihentikan

Bosccha.id – Kasus kekerasan anak di Indonesia terus terjadi. Baru-baru ini, tindakan kekerasan terhadap anak menimpa Audrey, seorang siswi SMP di Pontianak Kalimantan Barat. Siswi 14 tahun ini dikeroyok oleh sejumlah siswi SMA dan akibat kejadian tersebut dirinya mengalami trauma dan kini masih dirawat di sebuah rumah sakit.

justiceforaudrey
Bosscha: #justiceforaudrey

Di Bandung Barat sendiri, angka kekerasan terhadap anak tampaknya masih tinggi. Pada triwulan pertama tahun ini, sedikitnya 19 kasus kekerasan terhadap anak terjadi di Bandung Barat. Sejumlah kasus ini sudah diproses secara hukum dengan pendampingan dari pemerintah daerah.

“Meskipun angkanya kecil jika dibandingkan dengan populasi anak, tapi kasus ini terhitung cukup tinggi juga, sehingga kami tidak bisa menyepelekannya,” ujar Asep Wahyu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana KBB, Rabu (10/4/2019).

Menurut Asep, jumlah kasus kekerasan terhadap anak pada triwulan pertama tahun ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan sepanjang tahun lalu yang berjumlah 25 kasus. Mereka kata Asep, mendapatkan perlakuan kasar dari pelaku yang mengarah pada pelecehan seksual.

Ia menyebutkan, kasus tahun ini terjadi di setiap kecamatan dan masih didominasi wilayah selatan.

“Memang para korban masih berusia anak-anak hingga remaja. Sesuai UU Perlindungan Anak, yang dimaksud anak di sini berusia 18 tahun ke bawah. Di KBB para korban ada yang berusia 17, 16, bahkan 10 tahunan,” kata Asep.

Asep mengungkapkan, para pelaku masih didominasi orang yang dekat ataupun kenal dengan korban, seperti kerabat dan tetangga. Adapun salah satu penyebabnya, yaitu pengaruh video-video asusila yang dapat diakses dengan mudah di internet.

“Ini seperti kasus-kasus sebelumnya, yang mana pelaku masih orang-orang terdekatnya,” ujarnya.

Baca Juga:   Anda Insomnia? Inilah 5 Tips Mencegahnya

Kekerasan terhadap anak ini, lanjut Asep, tak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam bentuk verbal yang biasa disebut perundungan (bullying). Untuk mencegahnya, ia juga berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan agar di KBB tidak terjadi kekerasan seperti yang menimpa Audrey di Pontianak baru-baru ini.

Infografis Kasus Kekerasan Terhadap Anak
Bosscha: Infografis Kasus Kekerasan Terhadap Anak

“Kekerasan baik secara fisik maupun verbal harus diminimalisasi, bahkan sebisa mungkin ditiadakan. Sebab, dampaknya akan sangat berpengaruh terhadap psikis korban,” tuturnya.

Asep menambahakan, untuk meminimalisasi kejadian serupa, BP3AKB gencar melakukan sosialisasi UU Perlindungan Anak baik kepada orangtua maupun anak-anaknya. Diharapkan dengan sosialisasi para orangtua dan anak bisa wasapada terhadap potensi kekersan anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Heri Partomo  juga mengakui, kekerasan terhadap anak di Bandung Barat memang selalu terjadi. Adapun kebanyakan terjadi di wilayah selatan KBB.

“Ini akibat berbagai hal, seperti faktor ekonomi, ketidakharmonisan rumah tangga, hingga faktor lingkungan yang buruk.” katanya.

Menurut Heri, data kekerasan terhadap anak di KBB mungkin saja lebih banyak. Pasalnya, tidak semua korban terbuka untuk melaporkan kasus yang menimpanya.

“Namun, dengan turunnya petugas ke lapangan, kasus-kasus tersebut terus terungkap,” ucapnya.**

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password