Digraduasi, 185 Peserta PKH di KBB Siap Jadi Wirausaha

logo pkh
www.kemsos.go.id

Bosscha.id – Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat telah melakukan graduasi sebanyak 185 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Jumlah KPM yang digraduasi tersebut tercatat sejak tahun lalu hingga triwulan pertama tahun ini.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial KBB Yuyun Budiarti mengungkapkan, sejumlah KPM yang digraduasi tersebut di antaranya berasal dari hampir semua di 16 kecamatan. Sementara, KPM yang digaraduasi lantaran perekonomiannya dianggap sudah meningkat.

“Jumlah KPM yang digraduasi memang masih jauh dari total KPM yang tercatat, yakni 73.967 KPM. Namun, kami terus berupaya memotivasi mereka agar mandiri, sehingga akhirnya bisa digraduasi alias tidak bergantung lagi pada bantuan PKH,” kata Yuyun, Selasa, (9/4/2019).

Yuyun juga mengatakan, selama ini para KPM mengajukan sendiri kepada pemerintah untuk tidak lagi dicatat sebagai KPM PKH.

“Sekarang, mereka sudah mandiri dengan menjalani usaha kecil dan menengah,” ucapnya.

Menurut Yuyun setelah digraduasi, para KPM tersebut akan diajukan kepada Kementerian Sosial untuk dicoret dari daftar penerima PKH.

“Namun setelah dicoret, kami tidak bisa serta merta mengalihkan bantuan itu untuk yang lain. Sebab, itu kewenangan pusat,” katanya.

Saat ini, total penerima PKH di Bandung Barat yaitu 73.967, naik dari tahun lalu yang berjumlah 72.840 KPM. Bantuan dari Kementerian Sosial untuk PKH diberikan bagi 7 komponen, yaitu ibu hamil Rp 2,4 juta/tahun, balita Rp 2,4 juta/tahun, siswa SD Rp 900.000/tahun, SMP Rp 1,5 juta/tahun, SMA Rp 2 juta/tahun, disabilitas berat dan lansia masing-masing Rp 2,4 juta/tahun.

Yuyun menjelaskan, bahwa bantuan tersebut diberikan secara bertahap setiap Januari, April, Juli, dan Oktober. Sementara itu, setiap KPM maksimal mendapatkan bantuan untuk 4 dari 7 komponen. 

Baca Juga:   Bantuan Dana Hibah Lembaga Kemanusian di Bandung Barat Menurun

“Yang diambil itu bantuan yang terbesar. Jadi kalau satu keluarga memiliki 7 komponen, hanya diambil 4 yang terbesar,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pendamping PKH KBB Dewi Yulianti menyebutkan bahwa saat ini, ada 236 pendamping PKH di 16 kecamatan di Bandung Barat. Setiap pendamping PKH ditargetkan bisa menggraduasi 5-6 KPM per tahun.  

Adapun Dewi mengungkapkan, saat ini ada kendala yang dihadapi para pendamping PKH di antaranya menumbuhkan semangat kemandirian bagi para KPM. 

“Ini karena, tidak mudah untuk mengubah mental dari yang biasa menerima bantuan menjadi mandiri. Namun dengan pendekatan para pendamping PKH, perlahan-lahan beberapa KPM justru mengajukan sendiri untuk tidak lagi menerima bantuan tersebut. Ini yang harus diapresiasi,” katanya.

Koordinator Pendamping PKH KBB Dewi Yulianti
Foto: Koordinator Pendamping PKH KBB Dewi Yulianti

Lebih lanju ia menambahakan, kini pihaknya pun terus menyosialisasikan program Graduasi KPM kepada masyarakat. Bahkan secara rutin, melakukan Pertemuan Peningkatan Kempuan Keluarga terhadap para penerima PKH.

“Di sana, kami berikan arahan dan motivasi agar mereka bisa mandiri dan tidak bergantung lagi terhadap bantuan,” katanya.**

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password