Review Film Matianak: Horor Menyeramkan Besutan Derby Romero yang Bikin Merinding

Review Film Matianak:  Horor Menyeramkan Besutan Derby Romero yang Bikin Merinding 18
Instagram/goldentheatre

Bosscha.id- Matianak sebuah film bergenre horor yang disutradarai oleh sutradara pendatang baru, Derby Romero. Film ini bercerita tentang sekelompok anak kecil yang tinggal di sebuah panti asuhan bernama Harapan Baroe yang diasuh oleh Ina (Cinta Laura) dan seorang temannya.

Suasana di panti asuhan tersebut terasa hangat dan gembira dengan rasa kekeluargaan yang dibangun, hingga suatu hari datanglah Andi (Jovarel Callum) menjadi bagian dari panti asuhan tersebut, Andi bersifat pemurung dan jarang ngomong, karena ia mempunyai latar belakang yang suram, keluarganya meninggal secara misterius dan meninggalkan Andi sebatang kara.

Nuansa di panti asuhan tersebut berubah menjadi mencekam sejak kedatangan Andi, teror demi teror dirasakan para penghuni panti, mulai dari anak-anak hingga kepala panti sekalipun, hanya Andi yang tidak diganggu.

Plot cerita film ini sebenarnya cukup sederhana, sisi damai ditampilkan di babak pertama dan kemudian plotnya berubah menjadi banyak gangguan semenjak kedatangan Andi, ritme dan tensi horor yang dimainkan juga membuat film ini semakin menarik dan penonton menerka-menerka apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sebagai film horor Indonesia, film ini menampilkan logika horor yang masuk akal. Tidak seperti film horor biasanya yang identik dengan adegan-adegan konyol, seperti adegan penampakan yang aneh dan sebagainya. Walaupun secara formula horornya film ini menggunakan formula horor yang cenderung bermain aman, seperti plot tenang di siang hari, dan teror di malam hari. Seolah malam hari hanya satu-satunya waktu untuk teror terjadi

Baca Juga:   Yuk Simak, Ini 5 Fakta Tentang Bendera Merah Putih yang Harus Anda Tahu

Meskipun tidak dijelaskan ini berlatar tahun berapa, tapi feeljadul tahun 90an dari film ini terasa cukup baik, ini dapat dikatakan suatu bentuk visual yang bagus, berusaha menyampaikan setting dengan visual tanpa perlu mendikte penonton.

Dari segi skoring, film ini cukup banyak jumpscareyang mengejutkan penonton, tapi itu bukan menjadi kekurangan film ini karena penempatan jumpscarenya selalu diwaktu-waktu yang tepat, tidak asal kejut. Walaupun mungkin bagi yang tidak suka dengan horor yang berisik tidak akan nyaman dengan jumpscare yang dipakai.

Jalan cerita yang tidak mudah ditebak menjadi nilai tersendiri bagi film ini, belum lagi ditambah dengan tingkah  lucu anak-anak di panti asuhan tersebut. Jadi, bagi kamu yang butuh referensi film horor yang menarik untuk menemani bucin-mu, ini adalah film yang tepat.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password