Rekam Jejak Ratna Sarumpaet: Aktivis Politik, Sutradara Film Hingga Julukan Ratu Hoax Indonesia

Rekam Jejak Ratna Sarumpaet
Bosscha.id

Bosscha.id – Nama Ratna Sarumpaet kembali menjadi perbincangan, karena terlihat meminta maaf dan mencium tangan Amien Rais dalam sidang lanjutan di PN Jaksel, Kamis (4/4/2019).

Sebelum orang mengenal Ratna Sarumpaet dari pemberitaannya mengenai kasus Hoax, Ratna sendiri terkenal sebagai aktivis dan banyaknya aktivitas hilir-mudik di acara politik. Selain itu, Ratna juga dikenal sebagai pemain teater sejak masih duduk di bangku kuliah.

Lalu seperti apa rekam jejak Ratna Sarumpaet, berikut perjalanannya.

Rekam Jejak: Ratna Sarumpaet Profil
bosscha: Profil Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet darah pejuang
bosscha: Ratna Sarumpaet dan Darah Pejuang

Rekam Jejak Ratna Sarumpaet: Profil dan Garis Keturunan Pejuangnya

Lahir di Tarutung, Tapanuli Utara, 16 Juli 1966 merupakan anak ke-lima dari sembilan bersaudara. Ayahnya adalah mantan pejuang kemerdekaan dan mantan Menteri Pertanian pada masa pemerintahan Revolusi Indonesia.

Sang ibu juga pernah memimpin gerakan perempuan tapanuli yang memperjuangkan kedudukan perempuan dalam tubuh Huria Kristen Batak Protestan yang kebanyakan adalah kaum lelaki.

Berawal dari naskahnya “Marsinah” yang ia tulis berdasarkan peristiwa terbunuhnya buruh wanita saat itu. Ia mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari berbagai pihak dan dikenal sebagai Pejuang Hak Asasi Manusia (HAM).

Ratna Sarumpaet Tidak lulus kuliah
bosscha: Tidak Lulus Kuliah Ratna Sibuk Teater
Ratna karier dan Penghargaan
bosscha: Karier dan Penghargaan Ratna Sarumpaet

Teater, Karir dan Penghargaan Ratna Sarumpaet

Dia memilih dunia seni dan teater karena masih ada kaitannya dengan prinsip orangtuanya agar melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Kalau ayahnya melalui partai politik, Ratna melalui teater.

Ratna muda nekat dan belajar teater secara otodidak dari WS Rendra. Debut pertama pementasannya berjudul “Rubayat Umar Khayam” dan sejak itu banyak hasil karyanya dipentaskan diatas panggung teater.

Pernah menjabat sebagai ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) di tahun 2003 sampai 2006. Editor film yang bekerjasama dengan MGM, Los Angeles tahun 1985 sampai 1986. Juga merupakan pendiri Ratna Sarumpaet Crisis Center.

Baca Juga:   Presiden Jokowi: Indonesia Bisa Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia

Ratna dianugerahi penghargaan sebagai penulis skenario terbaik di Festival Film Bandung pada tahun 2010. Selain itu juga menjadi penulis skenario terpuji Festival Film Bandung untuk film “Jamila dan Sang Presiden” tahun 2010.

Ratna sarumpaet dan Kasus Hoax
bosscha: Ratna dan Kasus Hoax yang Menjeratnya

Mendapat Julukan Ratu Hoax Indonesia

Kabar Ratna Sarumpaet dianiaya pertama kali beredar melalui facebook. Akun yang mengunggah informasi tersebut adalah Swary Utami Dewi.

Penganiayaan yang diterima oleh Ratna kemudian mendapat respon dari Rachel Maryam melalui akun twitternya, Juru Bicara tim Prabowo-Sandiaga, dan lain lain.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, Ratna diketahui tidak dirawat di rumah sakit dan tidak melapor ke polsek di Bandung dalam kurun waktu 28 September sampai 2 Oktober 2018.

Menurut Ratna, awal dari kabar pemukulan itu sebetulnya hanya untuk berbohong(hoax) kepada anaknya. Ratna yang pada 21 September 2018 mendatangi rumah sakit bedah untuk menjalani operasi sedot lemak di pipi.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password