KBB Darurat Regenerasi Petani

KBB Darurat Regenerasi Petani

Bosscha.id – Dunia pertaniaan saat ini semakin tidak diminati oleh masyarakat, khususnya kaum muda. Hal itu juga terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Dengan kondisi tersebut sektor pertanian di KBB terancam minimnya regenerasi.

Ade Sopian (40) Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pucuk Lestari, Desa Cikadu, Kecamatan Sindangkerta mengatakan, meskipun lahan pertanian melimpah namun minat bertani para pemuda sangat minim. Padahal, kata Ade pertanian merupakan sektor penting di Indonesia.

“Lahan pertanian dan bantuan sebetulnya sudah cukup melimpah. Namun, petani masih minoritas karena generasi muda masih tidak berminat,” ungkapnya saat ditemui di Ngamprah, belum lama ini.

Menurut Ade saat ini dibutuhkan solusi konkrit untuk mengatasi masalah regenerasi petani agar para pemuda berminat berkecimpung di dunia pertanian.

Ade juga mengungkapkan, selama ini biaya bertani cukup mahal.

“Biaya bertani sekarang cukup mahal. Petani harus mengeluarkan biaya cukup tinggi untuk menggarap sawah. Untuk bayar satu kuli saja, itu biaya Rp 50 ribu. Makanya, petani juga sekarang selalu berebut mencari kuli,” ujarnya.

Pemerintah daerah sendiri saat ini didorong untuk memperhatikan regenerasi petani untuk menangani ancaman krisis regenerasi. Daya dukung pemerintah daerah dibutuhkan agar persoalan krisis petani bisa diselsaikan.

“Sebetulnya sudah ada upaya dari pemerintah untuk menangani regenerasi.Tapi sejauh ini, itu belum maksimal,” kata Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) KBB Kurnia Danumiharja.

Menurut Kurnia, saat ini kopi telah menjadi komoditas penting di Indonesia. Apalagi khusus di Lembang mayoritas masyarakat merupakan petani kopi.

Kurnia mengatakan, regenerasi  khususnya petani kopi mendesak dibutuhkan lantaran petani yang menggeluti budidaya kopi harus kompeten di bidang perkebunan. Terlebih saat ini industri kopi sudah masuk pasar dunia.

Baca Juga:   Seorang Pemulung Tewas Tertimbun Sampah di TPA Sarimukti

“Berbeda dengan petani seperti padi, kalau tenaga tidak profesional pun bisa menjadi petani.Tapi, petani kopi biasanya harus bisa menentukan rasa mulai dari kebun sampai pengolahan. Maka saya pikir, regenerasi petani kopi juga sangat dibutuhkan,” paparnya.

Di Kabupaten Bandung Barat sektor pertanian memiliki potensi yang sangat tinggi baik di wilayah utara, tengah maupun selatan. Bahkan 50 persen angkatan kerja di KBB terserap oleh sektor pertanian.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna sebelumnya mengatakan, minat pemuda untuk menjadi petani, saat ini terus menunjukan sinyalemen peningkatan. Terbukti dengan lahirnya petani-petani milenial yang sukses, ditambah jurusan pertanian di perguruan tinggi juga peminatnya semakin bertambah, termasuk ada perguruan tinggi yang terus mengembangkan program pendidikan ini.

KBB Darurat Regenerasi Petani

“Oleh karena itu, jangan malu atau minder untuk jadi petani. Sekarang petani bukan profesi jadul lagi, tapi sudah berkembang menjadi petani milenial, dan banyak yang sukses,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password