Robot Gundam Setinggi 18 Meter Karya Ilmuan Indonesia akan Dipamerkan di Tokyo Olympic 2020

Robot Gundam Setinggi 18 Meter Karya Ilmuan Indonesia akan Dipamerkan di Tokyo Olympic 2020
idws.id

Bosscha.id – Ilmuan asal Indonesia yakni Prof Pitoyo Hartono ikut terlibat dalam pembuatan robot Gundam raksasa di Jepang. 

Dilansir Antara Selasa (26/3/2019), para ilmuwan di Jepang kini berusaha menjembatani fiksi ilmiah dan sains dan robot Gundam setinggi 18 meter adalah salah satu contohnya. Berbeda dari robot serupa yang pernah ada, melalui proyek Gundam Global Challenge (GGC) mereka menciptakan robot Gundam setinggi gedung enam tingkat itu bisa bergerak melalui implementasi teknologi machine learning dan artificial intelligence.

Pitoyo yang juga pimpinan dari proyek tersebut mengakui bukan perkara mudah merealisasikan robot ini.

“18 meter itu lumayan besar. Karena ini robot dia punya volume, proporsinya seperti manusia. Kalau tingginya 10 kali lipat, lebarnya juga 10 kali lipat, ketebalannya juga 10 kali lipat. Jadi volumenya 1.000 kali manusia,” ujar dia dalam acara yang digelar Nodeflux bertajuk “Mechamorphosis: AI Brings Gundam to Life”’ di Jakarta, Senin malam, (25/3/2019).

Pitoyo dan tim harus membuat robot itu bergerak dan hal ini mempertimbangkan sejumlah aspek, salah satunya momen inersia atau kekuatan sebuah objek mengubah rotasinya.

“Dia harus bergerak. Moment of innertia atau cara mengukur kesulitan bergerak dan itu berbanding pangkat dua dengan panjang yang akan kita gerakkan. Jadi, kalau panjangnya 10 kali, moment of innertia nya akan 100,” papar dia yang merupakan ahli AI sekaligus profesor di School of Engineering Chukyo University, Jepang.

“Dikalikan volumenya, kesulitan Gundam ini akan bergerak 10.000 kali manusia. Tidak ada robot selama ini yang mempunyai kesulitan untuk digerakkan dengan skala ini,” sambung Pitoyo.

Baca Juga:   Sebaran Asap Karhutla Terdeteksi Hingga ke Singapura dan Malaysia

Ide menciptakan robot Gundam bergerak setinggi 18 meter serta merta mendapatkan sambutan hangat dari para investor? Jawabannya tidak.

“Saat pertama kami ditolak oleh semua perusahaan yang kami dekati. Saya bilang jangan dianggap ini sebagai robot. Kita anggap gedung yang bisa bergerak. Mengapa? ini latihan. Di dunia ini mungkin kita tidak butuh gedung yang seperti ini, tetapi kalau memikirkan space di Mars, kalau mendirikan gedung lalu lingkungannya jelek kita bisa memindahkannya sedikit,” kata Pitoyo.

Dia mengakui robot Gundam ini tak akan sesempurna seperti dalam animasi. Namun, justru hal ini menjadi semacam pembuka bagi generasi muda agar mereka memoles kekurangan ini.

Rencananya Robot Gundam selesai sekitar Oktober 2020, setelah Olimpiade Tokyo dan akan dipamerkan selama setahun di Yokohama.

Gundam merupakan salah satu animasi populer di Jepang dan beberapa negara lain. Animasi ini dibuat oleh studio Sunrise dan serial pertamanya dimulai pada 7 April 1979.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password