Jokowi dan Prabowo Berebut Suara di Kampanye Terbuka Pilpres 2019

Jokowi dan Prabowo Berebut Suara di Kampanye Terbuka Pilpres 2019 18
Bosscha.id/Infografis


Bosscha.id– Kampanye terbuka bagi peserta pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019 sudah dimulai serentak di Indonesia. Terhitung kampanye dimulai sejak Minggu 24 Mei 2019 dan akan berakhir pada 13 April 2019 nanti. Kampanye terbuka menjadi ajang kedua kubu untuk mendulang suara. Berikut kegiatan kampanye terbuka paslon presiden dan wakil presiden yang dhimpun dari berbagai sumber.

Prabowo- Sandiaga

Di hari pertama kampanye pada Minggu 24 Maret 2019 , Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berkampanye di Lapangan Karebosi Kota Makassar. Adapun dalam kesempatan itu, ia menyinggung soal lembaga survei yang menurut dia banyak bohong.

“Lembaga survei akal-akalan dan banyak bohongnya sesuai pesanan. Abis dibayar di kelompok satu ini, dia minta ke kelompok satu lagi minta bayaran,” kata Prabowo di Makassar seperti dikutip Tempo.co, Minggu (24/3/2019)

Pada Senin (25/12/2019) ini, Prabwo berkampanye di Merauke yang dimana wilayah itu merupakan basis massa pendukung capres no 1 Jokowi. Sementara itu, wakil Prabowo, Sandiaga Uno hari ini diagendakan berkampanye di tiga titik di Jakarta.

Jokowi – Ma’ruf

Di hari kedua masa kampanye pada Senin (25/3/2019), capres nomor urut 01 Joko Widodo menggelar kampanye terbuka di dua wilayah di Jawa Timur. Sebelumnya, di hari perdana kampanye, Jokowi dan Ma’ruf Amin memanfaatkan kampanyenya untuk mendulang suara di wilayah Serang, Banten. Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menekankan bahwa Indonesia merupakan negara yang sarat dengan perbedaan. Mulai dari agama, suku, budaya, serta bahasa.

Termasuk, kata Jokowi, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah melawan kabar bohong atau hoaks. Jokowi menganggap hoaks sudah semakin merajalela.

“Saudara saudara berani melawan hoaks? Berani melawan kabar fitnah? Kita semuanya harus berani. Jangan sampai persatuan kita , Jangan sampai kerukunan kita, jangan sampai persaudaraan kita pecah karena kabar bohon fitnah dan hoaks,” ujar Jokowi seperti dikutip CNN Indonesia, Minggu (24/3/2019).

Baca Juga:   Polri: Semua Polisi Dilarang Pamer Kemewahan di Media Sosial

Pengaruh Suara Kampanye Terbuka

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin bahwa kampanye terbuka tidak akan memiliki pengaruh besar.

“Memang mempengaruhi masyarakat, tapi tidak besar. Karena kampanye terbuka itu bisa dimobilisasi. Tidak datang dari hati, pasti dimobilisasi. Karena dimobilisasi, emosionalnya kan tidak kena,” ungkap Ujang seperti dikutip Bisnis.com pada 21 Maret 2019.

Ujang yang juga Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini bahkan memperkirakan, kampanye terbuka tidak akan terlalu berpengaruh pada elektabilitas, ataupun untuk menarik undecided voters. Bahkan, tak menutup kemungkinan masyarakat bisa merasa antipati apabila ada kejadian atau sentimen buruk ketika masa kampanye terbuka.

Sebab itulah, menurut Ujang, timses tak boleh lengah mempersiapkan materi Debat Pilpres IV dan V yang akan berlangsung di tengah periode kampanye terbuka. Sebab, debat justru yang lebih bisa menentukan arah undecided voters.

“Kalau undecided ini terpengaruhnya sama debat dan iklan di media. Tapi yang paling besar mempengaruhi undecided ya debat. Itu sudah hasil survei yang ada. Sangat clear,” ungkapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password