Tarif Air Bersih di KBB Bakal Naik

Tarif Air Bersih di KBB Bakal Naik
Bosscha.id/Infografis

Bosscha.id – Pada Mei mendatang, tarif air bersih yang dilayani Badan Usaha Milik Daerah Kabupaten Bandung Barat  PT Perdana Multiguna Sarana bakal naik. Kenaikan tarif dibutuhkan lantaran setiap tahun biaya operasional terus bertambah, sedangkan tarif tidak mengalami kenaikan selama enam tahun terakhir.

“Kenaikan tarif ini sudah disetujui pak Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna melalui SK Bupati. Sebenarnya, ini hanya penyesuaian tarif saja, sebab untuk pelanggan yang bersubsidi, justru tarifnya turun,” kata Direktur BUMD PT PMGS Denny Ismawan di Kantor BUMD KBB, Jalan Raya Gadobangkong, Ngamprah, Rabu (20/3/2019).

Menurut Denny, tarif untuk pelanggan bersubsidi turun dari Rp 2.500-Rp 3.000/meter kubik menjadi Rp 2.200/meter kubik. Adapun, tarif untuk pelanggan nonsubsidi kenaikannya bervariasi dan dilakukan secara bertahap.

Denny menambahkan, kenaikan tarif tersebut sebenarnya masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan biaya operasional untuk setiap meter kubik yang mencapai Rp 11.000. Namun, pihaknya tak bisa menaikkan tarif seenaknya lantaran perusahaannya merupakan BUMD.

“Jadi, harus ada persetujuan bupati dulu, dan hal ini sudah kami ajukan sejak lama. Sebab selain berorientasi bisnis, BUMD juga harus mempertimbangkan pelayanan publik,” katanya.

BUMD PT PMGS berdiri sejak 2011 dengan penyertaan modal sebesar total Rp 35 miliar dari Pemkab Bandung Barat. Dibutuhkan tambahan modal sedikitnya Rp 50 miliar dari pemerintah daerah agar perputatan bisnis BUMD terus berkembang

Baca Juga:   Bantuan Dana Hibah Lembaga Kemanusian di Bandung Barat Menurun

Saat ini sumber air baku yang dikelola BUMD berasal dari Sungai Cijanggel di Cisarua dan Sungai Cibanteng di Cikalongwetan. Sejauh ini, kedua sumber air ini masih cukup untuk memasok kebutuhan air bagi sekitar 4.000 pelanggan BUMD.

“Kami terus berupaya memperbaiki pelayanan terhadap para pelanggan, seperti menyediakan layanan Whatsapp untuk menampung keluhan pelanggan serta memberi diskon pemasangan baru pada momen-momen tertentu. Desember 2017, jumlah pelanggan 3.718 orang dan pada Desember 2018 bertambah menjadi 4.239 pelanggan,” kata Manager Perencanaan BUMD KBB Yovita Yulia Dewi.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password