Angka Penderita AIDS di KBB Terus Meningkat

Angka Penderita AIDS di KBB Terus Meningkat
Bosscha.id/Infografis

Bosscha.id – Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Bandung Barat pada tahun ini mengintensifkan pencegahan dan pengendalian virus human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) kepada masyarakat. Hal itu dilakukan lantaran jumlah penderita HIV/AIDS di Bandung Barat terus meningkat setiap tahun.

“Setiap tahun kasus penderita HIV AIDS selalu meningkat. Oleh karena itu, di tahun ini kita akan fokus untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat agar dapat memahami bahaya virus HIV AIDS,” kata Anggota KPA KBB, Anzhar Ismail, saat dihubungi, Selasa (19/3/2019).

Berdasarkan data kumulatif sejak 2011-2018, tercatat ada 336 orang warga tertular HIV AIDS. Sementara, di akhir Febuari kemarin tercatat ada 56 kasus HIV AIDS di KBB.

“Data ini masih bersifat sementara, untuk lebih rincinya pelaporan data yang kita dapat dari puskemas karena biasanya itu dilaporkan per triwulan sekali. Paling Maret atau April data secara rincinya itu bisa diketahui,” ujar Anzhar.

Anzhar menyebutkan, kecamatan seperti Padalarang, Cikalongwetan dan Lembang merupakan merupakan daerah yang paling tinggi terjadinya kasus HIV/AIDS ini. Adapun selama ini pihaknya mengaku sulit mengontrol terjadinya penyebaran HIV AIDS. Sebab, saat ini aktivitas prosititusi banyak beralih ke transaksi online.

“Sekarang sudah canggih, termasuk transaksi juga banyak melalui online. Adapun di beberapa tempat prosittusi seperti di daerah Cipatat dan Cikalongewtan ketika dilakukan screening itu tidak ditemukan kasus poeistif HIV/AIDS,” ungkapnya.

HIV’AIDS Renggut 25 Nyawa

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat sebanyak 25 HIV/AIDS di Bandung Barat dilaporkan meninggal dunia. Dari jumlah itu, tiga di antaranya terjadi pada tahun 2018.

Baca Juga:   Lelang Jabatan di KBB: Kursi Kepala DPPKBP3A Jadi Rebutan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Hernawan Wijayanto menyebutkan, kasus meninggalnya penderita AIDS di KBB mulai ditemukan pada tahun 2011. Adapun total kasus HIV/AIDS yang ditemukan di KBB kini mencapai 323 kasus.

“Dari tahun 2011 sampai tahun 2018 ini, setidaknya ditemukan 323 penderita HIV AIDS. Sementara, 4 meninggal di tahun 2017 dan 3 meninggal di tahun 2018 ini. Secara kumulatif total yang meninggal mencapai 25 orang,” terangnya.

Di Bandung Barat jumlah paling tinggi pengidap HIV/AIDS yakni Heteroseks, lelaki seks lelaki (LSL) dan ibu rumah tangga. Sementara ibu rumah tangga mencapai 25 persen.

“Justru selama ini ibu rumah tangga sangat rentan tertular virus. Sehingga setiap ibu hamil sekarang 100 persen wajib diperiksakan,” ujarnya.

Hernawan menambahkan, dengan rentannya warga KBB yang dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Ia pun menyarankan agar warga datang ke puskesmas. Apalagi, 32 puskesmas di KBB sudah bisa melayani pemeriksaan HIV/AIDS.

“Khusus masyarakat yang bersiko, kami sarankan untuk datang ke puskesmas.Sebab di puskesmas masyarakat juga bisa langsung ditangani seperti konseling dan diberikan obat secara rutin,” kata Hernawan.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password