Ngurus Lembur ala Bupati KBB Aa Umbara

Ngurus Lembur ala Bupati KBB Aa Umbara
“Ngariksa Lembur” ke sejumlah daerah di Kabupaten Bandung Barat.

Bosscha.id – Pemimpin wajib dekat dengan rakyat. Itulah kebiasaan yang sedang dibangun oleh Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna.  Pasca menjabat sebagai Bupati ia terus berusaha menunjukan bagaimana seorang pemimpin tidak ada jarak antara pemimpin dengan masyarakat.

Hal itu juga terlihat pada setiap dialog dengan masyarakat baik dari kalangan biasa seperti pedagang, petani, pegawai, sosok Ibu dan anak-anak melalui tradisi “Ngariksa Lembur” ke sejumlah daerah di Kabupaten Bandung Barat

Umbara merasa perlu untuk terjun langsung di tengah masyarakat agar tahu bagaimana persoalan yang mereka alami selama ini. Apalagi, beberapa daerah, terutama di wilayah selatan yang memang membutuhkan perhatian lebih.

“Wilayah KBB khususnya wilayah selatan masih banyak yang mesti dibenahi. Jangankan sebelah sini (Sindangkerta, red) ke sebelah atas (Lembang, red) juga mesti banyak yang harus dibenahi,” kata Umbara di Kecamatan Sindangkerta KBB, Rabu (27/2/2019) lalu.

Dalam kegiatan “Ngariksa Lembur” aktivitas Umbara mencek rumah warga miskin yang tidak layak huni. Di lapangan ia melihat situasi untuk mendengar langsung apa yang dikeluhkan oleh warga miskin di tingkat akar rumput. 

Umbara pun menegaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lebih diprioritaskan kepada pembangunan masyarakat.

“APBD yang sudah ada ini bakal pro rakyat. Bahkan bantuan ini langsung diberikan kepada warga miskin,” tegasnya.

Adapun Umbara berharap gaya kepemimpinannya tersebut bisa mendongkrak kepercayaan masyarakat terhadapnya. 

“Biasanya kan rapat-rapat di hotel tetapi ini kami beda dengan terjun langsung ke masyarakat,” ucapnya.

Tepat Sasaran dan Bukan Pencitraan

Sementara itu, menurut budayawan Sunda, Mas Nanu Munajar Dahlan alias Abah Nanu Muda, program “Ngariksa Lembur” baik dilakukan. Namun demikian menurutnya, program tersebut harus tepat sasaran dan bukan semata untuk pencitraan.

Baca Juga:   Seorang Pemulung Tewas Tertimbun Sampah di TPA Sarimukti

“Jika tujuannya untuk membantu masyarakat kurang mampu itu bagus. Hanya saja jangan sampai menjadi pencitraan, apalagi salah sasaran. Tapi bagaimana masyarakat tidak mampu merasa benar-benar tertolong dengan program itu,” tuturnya.

Nanu juga berharap program “Ngariksa Lembur” dapat mengangkat budaya dan kearifan lokal.  Nantinya, melalui bedah rumah tersebut, menurutnya, bisa dijadikan sampel sebagai rumah –rumah adat di KBB.

“Ini bisa jadi khas. Saya harapkan, selain rumah itu bisa jadi tempat tinggal, nantinya itu juga bisa menjadi tujuan destinasi wisata, karena memiliki rumah yang khas,” tuturnya.

Menurut Nanu, jika melihat kondisi demografi, rumah-rumah di KBB saat ini membutuhkan rumah-rumah panggung tahan gempa. Rumah panggung dengan tahan gempa, kata dia, bisa menjadi alternaitf dalam program bedah rumah, sehingga dapat menyentuh khas kultural masyarakat Bandung Barat.

“Di Bandung Barat sangat rawan sekali patahan gempa. Dan rumah tahan gempa, itu bisa dijadikan contoh.  Jika itu dibangun ke depan bisa dijadikan juga studi banding, saya pikir ini bisa menjadi kebanggan bupati,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password