Fakta Jumat Kelam Penembakan di Selandia Baru

Fakta Jumat Kelam Penembakan di Selandia Baru 18


Bosscha.id- Peristiwa penembakan di dua masjid Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) yang dilakukan oleh Brenton Tarrant menjadi sorotan dunia. Hal itu tidak terlepas dari aksi pelaku yang melakukan pembantaian dan menewaskan puluhan umat muslim di saat tengah menjalankan ibadah.

Berikut adalah fakta-fakta dalam serangan brutal tersebut.

Memberondong Puluhan Jemaah Ketika Shalat Jumat

Setidaknya 49 tewas dan 48 lainnya luka-luka setelah serangan ketika lebih dari 500 orang sedang melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Selandia Baru.

Menyiarkan Serangan Pembantaian Live Streaming Via Facebook

Ketika melakukan penembakan massal terjadi, Tarrant langsung menyiarkan amukannya di media sosial Facebook. Dalam video itu, dia memasuki gedung dan menembak berulang kali pada jamaah saat dia bergerak dari kamar ke kamar.

Terinspirasi Anders Behring Breivik Teroris Norwegia

Sebelum melakukan serangan, Brenton Tarrant menerbitkan manifesto berisi 37 halaman secara online. Manifesto dipenuhi dengan ide-ide antiimigran, anti-Muslim, supremasi kulit putih, hingga tentang sebuah serangan.

Manifesto itu juga alasan Brenton memilih menembak mati puluhan jamaah muslim di Christchurch dan mengenai bagaimana dia terinsiprasi oleh penembak massal asal Norwegia, Anders Behring Breivik yang membantai 77 orang pada 2011.

Baca Juga:   Trump Sebut Diktator Bebas Masuk AS karena Untungkan Negara

WNI Jadi Korban Insiden Penembakan

Dalam kejadian tragis ini setidaknya ada 2 Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut menjadi korban penembakan. Dilaporkan dua WNI itu warga Sumatera Barat yakni Zulfirman Syah dan anaknya Omar berumur 2 (dua) tahun.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password