Program Kolecer di Jabar Diklaim Dongkrak Minat Baca

Program Kolecer di Jabar Diklaim Dongkrak Minat Baca 19
Beberapa anak tengah menikmati layanan Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) di Taman Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/12/2018). Antara.

Bosscha.id- Adanya kotak literasi cerdas (kolecer) di tempat kerumunan massa selama ini terbukti menarik banyak warga untuk membaca. Terlebih, dalam sarana tersebut, disediakan berbagai buku yang bisa menambah pengetahuan dan juga keterampilan bagi pembacanya.

Kolecer yang merupakan salah satu program Gubernur Jabar ini diharapkan bisa diikuti oleh setiap pemerintah kota/kabupaten dengan menyinergikan program bersama pemerintah provinsi.

“Ini merupakan inovasi yang terbaik di dunia dan efektif meningkatkan minat baca masyarakat,” ujar Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa dalam pertemuan dengan Forum Perangkat Daerah Bidang Kearsipan dan Perpustakaan di Padalarang, Kamis (14/3/2019).

Saat ini Pemprov Jabar sendiri tengah menjalin sinergi dengan pemerintah di setiap kota/kabupaten untuk menumbuhkan minat baca masyarakat.

“Yang penting, kita sinergikan perencanaan, pelaksanaan, dan juga pengendalian berbagai program. Selanjutnya, tentu akan ada evaluasi-evaluasi,” kata Iwa.

Seperti diketahui, indeks baca masyarakat secara nasional masih rendah, yakni sekitar 25 persen. Angka tersebut diperoleh dari survei Perpustakaan Nasional tahun 2015 yang dilakukan di 28 kota/kabupaten di 12 provinsi atau mewakili 75% dari perpustakaan yang ada di Indonesia.

Sementara secara global, minat baca masyarakat Indonesia berada di urutan ke-60 dari 61 negara. Indonesia persis di bawah Thailand dan di atas Bostwana. Itu berdasarkan studi Most Littered Nation in the World yang dilakukan Central Connecticut State University pada 2016.

Baca Juga:   Sejarah 21 Agustus : Lahirnya Institusi Polri

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jabar Dinny Resmiati menambahkan, masih rendahnya minat baca tidak melulu disebabkan minimnya sarana dan prasarana. Menurutnya, saat ini semua kabupaten/kota di Jabar berupaya meningkatkan minat baca masyarakatnya dengan mendukung pengembangan berbagai sarana, seperti taman baca masyarakat dan perpustakaan desa.

“Namun, bagaimana pemerintah bisa menggalakkan berbagai program yang kreatif dan inovatif untuk merangsang minat baca masyarakat. Dan ini harus bersinergi, tidak bisa sendiri-sendiri,” ujarnya.

Dinny menambahkan, Dispusipda Jabar sudah membuat MOU dengan dinas perpustakaan dan kearsipan di setiap kota/kabupaten untuk menyinergikan berbagai program tersebut. Hal itu pun, harus ditindaklanjuti dengan pengalokasian anggaran untuk bisa merealisasikan program.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password