Geliat Gurita Industri Minimarket di KBB Segera Disetop

Geliat Gurita Industri Minimarket di KBB Segera Disetop
Net


Bosscha.id – Kehadiran ritel modern atau minimarket selama ini kerap menjadi pesaing warung-warung tradisional. Hal itu juga terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Di Bandung Barat hampir di 16 Kecamatan, dan di sejumlah desa, gerai minimarket ini berdiri. Yang menjadi persoaalan saat ini masih banyak minimarket yang justru berdiri berdekatan dengan pasar tradisional.

Rencananya Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan melakukan penyegelan terhadap puluhan pengusaha minimarket yang melanggar zonasi di Bandung Barat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk ketegasan dari pemerintah daerah dalam menjalankan aturan Perda.

“Minimarket yang melanggar zonasi jumlahnya mencapai puluhan karena kami catat datanya. Mereka harus pindah sebagai bentuk ketegasan dari pemerintah daerah dalam menjalankan aturan Perda,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman,  di Ngamprah, Rabu (27/2/2019).

Perihal jarak antara lokasi pasar modern dan pasar tradsional saat ini memang sudah diatur dalam Perda KBB Nomor 21 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pasar, Retribusi Pelayanan Pasar, dan Retribusi Pasar Grosir dan atau Pertokoan, lokasi pasar modern harus berjarak 1.000 meter dari pasar tradisional atau 500 meter dari kantor pemerintahan. Dengan demikian, pemerintah daerah harus melakukan penyegelan terhadap minimarket yang melanggar aturan tersebut.

“Penyegalan kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Ini sebagai contoh bahwa yang melanggar harus ditindak. Rencananya, kami juga akan melibatkan jajaran Satpol PP dalam menegakan perda ini,” tegas Maman.

Maman juga mengungakapkan, bahwa pihaknya sudah memanggil sejumlah pengusaha minimarket agar mereka bisa mematuhi soal jarak atau zonasi dengan pasar tradisional. Para pengusaha tersebut, kata dia, mengaku siap mengikuti aturan yang sudah ditetapkan dalam Perda.

Baca Juga:   Armada Minim, Perusahaan di Bandung Barat Antre Minta Pelayanan Sampah

“Mereka (pengusaha) mau mengikuti aturan dan meminta waktu karena ini pertimbangannya dengan para pegawai,” ujar Maman.

Total minimarket di Bandung Barat saat ini mencapai angka 318 gerai sementara yang memiliki izin baru 40 gerai versi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KBB. Selain melanggar zonasi, tidak sedikit pengusaha minimarket di KBB yang saat ini hanya memegang izin tetangga (HO) serta izin dari desa sudah berani beroperasi. Padahal, aturannya harus ada beberapa mekanisme yang ditempuh, di antaranya kajian dari Bappeda, kajian amdal dari Dinas Lingkungan Hidup, dan kajian lalu lintas dari Dinas Perhubungan serta izin lainnya.

“Sehingga mereka siap pindah karena kan tempat yang dijadikan minimarket rata-rata mengontrak di rumah warga,” ucapnya.

Maman mengatakan, tindakan tegas ini diambil sebagai bentuk dukungan untuk menjalankan program Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna soal rencana pembangunan Desa Mart yang akan dibangun di sejumlah desa di Bandung Barat.

“Pak bupati punya program untuk pembangunan desa mart untuk memajukan roda ekonomi di desa. Tentu kami dukung penuh karena kajian sudah dilakukan,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password