Ratusan Koperasi di KBB Dibubarkan, Kenapa?

Ratusan Koperasi di KBB Dibubarkan, Kenapa?
Infografis: bosscha.id

Bosscha.id – Ratusan koperasi di Kabupaten Bandung Barat terpaksa dibubarkan oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah membubarkan lantaran ratusan operasi tersebut saat ini sudah tidak aktif lagi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM KBB Ade Wahidin mengungkapkan, pihaknya sengaja membekukan ratusan koperasi tersebut karena khawatir juga akan disalahgunakan.

“Yang tidak aktif kami langsung bekukan.Tapi dengan catatan bahwa koperasi tersebut sudah tidak aktif dalam kurun waktu 4-5 tahun. Pembekuan memang terpaksa dilakukan karena kami khawatir ada penyalahgunaan,” ujar Ade di Ngamprah, Senin (7/1/2019).

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM KBB, dari 640 koperasi yang tercatat di KBB, saat ini hanya 430 yang aktif. Menurut Ade, penyebab utama banyaknya koperasi yang dibubarkan, hal itu lantaran tidak berjalannya pengelolan manajemen yang baik di setiap koperasi.

Ade menambahkan pembubaran  langsung dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM.

“Maka dari itu saya berharap ke depan pengelolaan koperasi bisa lebih baik,” ucap Ade.

Ade mengatakan, selama ini rata-rata koperasi di KBB bergerak di bidang simpan pinjam. Keberadaan koperasi tersebut kata dia, sangat membantu ekonomi masyarakat.

“Di KBB selama ini koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam itu paling banyak. Selain itu, ada juga koperasi yang menjalankan di bidang pertanian dan susu,” ungkapnya.

Baca Juga:   Yuk Mengenal "Camping Bupati Sadulur" Program Blusukan Aa Umbara

Saat ini tidak sedikit koperasi yang bisa menyejahterakan banyak anggotanya. Seperti koperasi di Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta.

“Koperasi Mekar Mulya di Desa Mekarwangi ini sudah maju. Bahkan selain anggotanya sangat banyak, perputaran uangnya pun sampai miliaran,” tambah Ade.

Infografis Koperasi
Infografis Koperasi

Sementara itu Wakil Ketua DPRD KBB Sunarya Erawan meminta pemerintah daerah agar bisa menggerakkan kepengurusan koperasi. Sebab kata dia, koperasi merupakan wadah yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Koperasi bisa digunakan modal usaha. Karena faktanya, sekarang banyak masyarakat kesulitan untuk mendapatkan modal usaha,” kata Sunarya.

Sunarya menambahkan, adanya koperasi di setiap desa, sekaligus untuk mencegah masyarakat agar tidak terjerat rentenir.

“Masyarakat jangan sampai menjadi sasaran empuk oleh rentenir. Makanya saya berharap koperasi di setiap desa bisa berjalan dengan benar,” kata Sunarya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password