Tenaga Asing di Proyek KCIC Jakarta-Bandung Disoroti

Tenaga Asing di Proyek KCIC Jakarta-Bandung Disoroti
Warga Yang Akan Pulang Dilarang TKA Yang Berjaga. [ foto oleh Limawaktu ]

Bosscha.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat diminta untuk memonitor rekriutmen tenaga untuk proyek Kereta Api Cepat China (KCIC) Jakarta- Bandung di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Pasalnya, pengerjaan proyek KCIC tersebut banyak memperkerjakan tenaga asing asal Tiongkok.

“Saya dapat informasi pengerjaan proyek KCIC justru banyak melibatkan tenaga asing. Sementara masyarakat lokal hanya bisa jadi penonton saja. Maka dari itu, saya minta pemerintah daerah fokus memantau soal itu,” kata anggota IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KBB, Sundaya di Ngamprah, Rabu (17/20).

Sundaya menegaskan, permasalahan atas mendominasinya tenaga asing di proyek KCIC ini perlu mendapat fokus pemerintah daerah. Apalagi saat ini masih banyak masyarakat di KBB yang membutuhkan pekerjaan.

Menurut Sundaya, proyek KCIC di KBB seharusnya bisa berdampak dalam menekan jumlah penganguran. Namun, ia menilai dengan mendominasinya para pekerja asing saat ini justru sangat merugikan masyarakat lokal.

“Sekarang apa dampaknya proyek KCIC ini. Justru adanya KCIC ini malah banyak masyarakat dirugikan,” katanya.

Sundaya menyebutkan, bahwa hampir merata pengerjaan proyek KCIC di KBB terutama jalur lintas yang meliputi Kecamatan Cikalongwetan dan Cipendeuy memperkerjaan tenaga asing. Ia berharap pemerintah daerah dapat berperan dalam mengatasi masalah tersebut.

“Aturannya jelas, tenaga kerja lokal yang harus diutamakan. Namun, ini malah untuk sopir dan tukang tembok saja itu harus mengunakan jasa asing. Saya rasa ini perlu ada perhatian lebih dari pemerintah,” katanya.

Meski demikian Sundaya tetap mengapreasi kinerja pemerintah daerah. Sebab, kata politisi Gerindra ini, sudah ada upaya lain dari pemerintah untuk menekan angka pengguran di KBB.

Baca Juga:   Presiden Jokowi: Tata Kelola BPJS Kesehatan Harus Diperbaiki

“Beberapa kali ada kegiatan job fair, dan kami sangat apresisasi sekali. Kami berharap ke depan angka pengganguran ini bisa berkurang,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Ketenegakerjaan KBB jumlah angka pengangguran dan angkatan kerja di KBB mencapai 80.000 orang setiap tahunnya. Bila dibagi dengan jumlah penduduk di KBB yang mencapai 1,7 juta artinya ada sekitar 4 % angka pengangguran setiap tahun.

Adapun Kepala Dinas Disnaker KBB Iing Solihin mengklaim bahwa setiap tahun angka pengangguran terus menurun. Terlebih menurutnya melihat tahun lalu, angka pengangguran di KBB mencapai 6,2 % dan kini menjadi 4 %.

“Penganguran di KBB sudah dibawah rata rata nasional. Dan jni juga merupakan keberhasilan semua pihak antara pemerintah daerah dengan perusahaan yang memfasilitasi bagi masyarakat pencari kerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut Iing mengatakan, kedepan pihaknya akan membuat MoU antara pemerintah daerah dengan perusahaan agar lowongan tenaga kerja yang bersifat umum seperti membutuhkan keterampilan menjahit dan lain-lain bisa menggunakan tenaga kerja lokal.

“Rencananya kita akan membuat MOU dengan sejumlah perusahaan. Minimal perusahaan akan menggunakan jasa warga lokal,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password