Google Dilaporkan Melakukan Penghindaran Pajak Senilai Rp 327 Triliun

Google Dilaporkan Melakukan Penghindaran Pajak Senilai Rp 327 Triliun
www.builtinchicago.org

Bosscha.id – Google saat ini kembali dihadapkan persoalan pajak. Dilansir dari CNBC Indonesia, raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) ini dilaporkan melakukan penghindaran pajak senilai 19,9 miliar euro (US$ 22,7 miliar atau sekitar Rp 327 triliun) melalui sebuah perusahaan cangkang (shell) Belanda ke Bermuda pada 2017.

Langkah itu merupakan bagian dari pengaturan yang memungkinkan Google untuk mengurangi tagihan pajak luar negeri, menurut dokumen yang diajukan di Kamar Dagang Belanda.

Jumlah yang disalurkan melalui Google Netherlands Holdings BV adalah sekitar 4 miliar euro lebih banyak dari yang disalurkan pada 2016, menurut dokumen yang diajukan pada 21 Desember itu.

“Kami membayar semua pajak yang jatuh tempo dan mematuhi undang-undang pajak di setiap negara tempat kami beroperasi di seluruh dunia,” kata Google dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters, Jumat (4/1/2019).

“Google, seperti perusahaan multinasional lainnya, membayar sebagian besar pajak penghasilan perusahaan di negara asalnya, dan kami telah membayar pajak efektif global sebesar 26% selama sepuluh tahun terakhir,” lanjut Google.

kantor google
www.officelovin.com

Selama lebih dari satu dasawarsa, pengaturan ini memungkinkan perusahaan pemilik Google, Alphabet, untuk menikmati tingkat pajak yang efektif dalam satu digit atas keuntungannya yang bukan berasal di AS. Jumlah itu sekitar seperempat dari tarif pajak rata-rata di pasar luar negeri.

Baca Juga:   PBB Ancam Tutup 22 Program di Yaman

Anak perusahaan di Belanda digunakan untuk mengalihkan pendapatan dari royalti yang diperoleh di luar AS ke Google Ireland Holdings, afiliasinya yang berbasis di Bermuda, tempat perusahaan tidak membayar pajak penghasilan.

Strategi pajak, yang dikenal sebagai “Double Irish, Dutch Sandwich” ini adalah strategi yang sah dan memungkinkan Google untuk menghindari pajak penghasilan AS atau pajak pemotongan Eropa atas dana tersebut, yang mewakili sebagian besar keuntungannya di luar negeri.

Namun, di bawah tekanan dari Uni Eropa dan AS serta Irlandia pada 2014 memutuskan menghapus pengaturan tersebut, mengakhiri keuntungan pajak Google pada 2020.

Google Netherlands Holdings BV membayar pajak 3,4 juta euro di Belanda pada 2017. Sementara laba kotor tercatat 13,6 juta euro.

Google Dilaporkan Melakukan Penghindaran Pajak Senilai Rp 327 Triliun 19

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password