Akur Siap Jadikan Sektor Pariwisata Sebagai Ujung Tombak Ekonomi KBB

Akur Siap Jadikan Sektor Pariwisata Sebagai Ujung Tombak Ekonomi KBB

Bosscha.id – PARIWISATA merupakan salah satu sektor yang sangat berpotensi menjadi unggulan sumber ekonomi di Bandung Barat. Sektor pariwisata dinilai bisa menjadi modal utama dalam memajukan daerah.

Infrastruktur dan sumber daya manusia  saat ini menjadi salah satu prioritas program pemerintahan Bupati Bandung Barat dan Wakil Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dan Hengki Kurniawan (Akur).

Bupati Bandung Barat Aa Umbara menyatakan, bahwa pihaknya ingin mewujudkan sejumlah program yang sudah disusun untuk lima tahun ke depan di pemerintahan. Diantara program tersebut yakni perbaikan-perbaikan infrastruktur sejumlah akses jalan baru menuju objek wisata.

“Potensi wisata di KBB sangat baik. Curug Malela misalnya, pengunjung ke sana sudah mencapai ribuan. Oleh karena itu, perbaikan infrastruktur secara merata harus kita perbaiki,” kata Umbara.

Diketahui, sebelumnya 3 objek wisata yang dikelola Pemda saat ini yakni Curug Malela, Situ Ciburuy, dan Guha Pawon masih minim pengunjung. Pendapatan asli daerah dari ketiga objek wisata itu juga hanya sekitar Rp 200 juta per tahun.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memperbaiki infrastruktur menuju objek wisata, salah satunya untuk menarik kunjungan wisatawan dan meningkatkan PAD.

Saat ini pembukaan akses jalur alternatif menuju sejumlah objek wisata di Kabupaten Bandung Barat pun akan direalisasikan. Pembukaan aksesbilitas tersebut yakni pembukaan akses jalan dari arah Kecamatan Cikalongwetan menuju Cipada Kecamatan Cisarua dan Lembang.

“Sementara jika ada pembukaan akses-akses jalan baru,  potensi untuk menarik invenstor lebih banyak, termasuk bisa menambah PAD,” ungkapnya.

Umbara juga menuturkan, akan banyak program yang baru di pemerintahan Akur. Sejumlah konsep tentang perubahan-perubahan yang lebih baik khususnya dalam pengembangan wisata akan direalisasikan di masa kepemimpinan pemerintahan saat ini.

Seperti pengerjaan transportasi mobil gantung atau Cable Car yang diwacankan akan dikembangkan di Lembang.Rencananya Cable Car yang diproyeksikan untuk mengurai kemacetan di wilayah wisata Lembang ini akan dikerjakan oleh perusahaan asal Austria, PT Doppelmayr akan segera diwujudkan pada 2019 mendatang.

“Proyek ini sangat potensial, diharapkan setelah diwujudkan itu bisa mengurangi kemacetan di kawasan Lembang. Tentua, proyek ini juga tidak akan menggunakan biaya dari APBD. Saya ingin APBD untuk keperluan program pemerintah yang menyangkut pelayanan masyarakat, termasuk di program 100 hari kerja ini,” kata Umbara.

Pemkab Bandung Barat berencana juga akan meminjam ke bank infrastruktur pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan keterbatasan anggaran dalam mengerjakan sejumlah proyek pembangunan jalan di KBB.

Akur Siap Jadikan Sektor Pariwisata Sebagai Ujung Tombak Ekonomi KBB 18
Infografis: Akur Siap Jadikan Sektor Pariwisata Sebagai Ujung Tombak Ekonomi KBB

Wakil Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan, mengungkapkan, selama ini Pemkab Bandung Barat dihadapkan dengan persoalan jalan rusak di sejumlah titik. Namun demikian, untuk mengatasi persoalan tersebut dirinya tidak mau membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Baca Juga:   5 Trik Bakar Kalori Hanya Dengan Berjalan Kaki

“Sebab, anggaran yang tersedia, bukan hanya mengurusi persoalan jalan saja.  Melainkan masih banyak kebutuhan anggaran lainnya, yang tidak boleh diabaikan begitu saja. Sekarang kita mencari solusi bagaimana seluruh jalan di KBB bisa leucir (mulus,red) tanpa terlalu membebankan APBD,” kata Hengki.

Menurut Hengki, total panjang jalan di KBB saat ini 518.07 km dengan kondisi jalan baik 308.05 km, kondisi rusak berat 123.57 km, kondisi rusak sedang 21.18 km dan kondisi rusak ringan 65.27 km. Dikatakan, untuk menjadikan seluruh jalan di KBB leucir, dibutuhkan anggaran yang jumlahnya mencapai trilyun-an rupiah.

Sementara kata Hengki, jika pembangunan jalan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan APBD, dipastikan tidak bisa diselesaikan dalam tempo waktu lima tahun saja. Namun melalui pinjaman ke bank infrastruktur pusat, hal itu bisa diatasi dengan waktu yang tidak terlalu lama.

“Insha Allah, tahun 2019 jalan di KBB bisa leucir dengan anggaran pinjaman ke bank,” ucap Hengki.


Hengki menjelaskan, bahwa untuk membuat jalan leucir bisa dilakukan dengan cara dibeton atau dihotmix. Sementara, untuk penyelesaian seluruh jalan di KBB, kata dia, tiap tahunnya dibutuhkan anggaran sebesar Rp 97,3 miliar, ditambah dana pemeliharaannya sebesar Rp 20 miliar.

“Dengan demikian total anggaran yang dibutuhkan untuk jalan KBB supaya leucir sebesar Rp110 miliar/ tahun,” katanya.

Hengki memastikan bahwa anggaran tersebut, bisa diback-up dengan pinjaman dari bank infrastruktur dengan bunga relatif terjangkau.  Pembangunan jalan dengan skema pinjaman dari bank, dinilainya cukup realistis. Bahkan ia juga meyakini, dengan skema pinjaman daerah ke bank seperti itu cukup realistis.

“Sekarang kita memiliki jargon lumpat (lari,red). Kita ingin mewujudkan janji politik terhadap masyarakat, salah satunya jalan KBB leucir di tahun 2019. Insha Allah Akur (Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan), menjadi solusi untuk KBB yang lebih baik,” katanya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password