Sepanjang 2018, BNN KBB Ungkap Kasus 14 Narkoba

Sepanjang 2018, BNN KBB Ungkap Kasus 14 Narkoba
KEPALA Badan Narkotika Nasional (BNN) Sam Norati Martiana bersama jajarannya menggelar ekspose terkait pengungkapan kasus narkoba sepanjang 2018, di Ngamprah, Rabu (26/12/2018).

Bosscha.id – Sepanjang 2018 ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat berhasil mengamankan 14 orang penyalahgunaan narkoba. Sebanyak 10 orang di antaranya dilakukan rehabilitasi sementara 4 orang lainnya tengah menjalani proses sidang karena sudah P21.

“Jumlah itu, kebanyakan pemakai narkoba ini dari kalangan pekerja. Sehingga tahun depan kami akan lebih banyak melakukan pengungkapan di lingkungaan perusahaan, karena tahun ini baru dua perusahaan saja seperti PT Nyalindung dan Combiphar,” kata Kepala  BNN KBB, Sam Norati Martiana di Ngamprah, Rabu (26/12/2018).

Menurut Sam, dengan kondisi tersebut pihaknya pun akan mengintensifkan pengawasan di lingkungan perusahaan terkait peredaran narkoba.

Apalagi, berdasarkan riset dari Universitas Indonesia (UI), kata dia, untuk tingkat nasional sebanyak 59 persen pemakai narkoba merupakan para pekerja, sisanya dari kalangan pelajar dan sektor lainnya.

“Faktornya karena pekerja inii memiliki pendapatan sehingga dengan mudah membeli obat terlarang tersebut. Makanya ini jadi fokus kami di tahun depan,” ungkapnya.

Menurut Sam, pada tahun depan, pihaknya pun akan lebih fokus terhadap pemberantasan lantaran sudah dua tahun terakhir melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat di Bandung Barat.

Baca Juga:   Komisi I DPRD KBB: Aa Umbara dan Hengki Kurniawan Harus Mewujudkan Birokrasi Pro Rakyat

“Dua tahun terakhir kami menggiatkan sosialisasi ke-16 kecamatan hingga ke desa-desa, 12 sekolah dan dua perusahaan. Tahun depan kita fokuskan pemberantasan,” kata Sam.

Sam menambahkan, kendati tahun ini anggaran masih minim, namun pihaknya berkomitmen agar pengungkapan kasus narkoba ini bisa lebih banyak di tahun depan. Apalagi, pihaknya sudah memetakan sejumlah daerah yang rawan peredaran narkoba.

“Intinya tahun depan pengungkapannya harus lebih banyak dari tahun ini. Walaupun memang jumlah personel masih terbatas termasuk anggaran yang kami miliki tahun ini sebesar Rp 2,1 miliar yang bersumber dari APBN/APBD,” ungkapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password