Umbara: Kami berkomitmen akan membantu perekonomian berbasis disabiltas

Umbara: Kami berkomitmen akan membantu perekonomian berbasis disabiltas
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna saat bersama Lilis kaum disabilitas asal Kecamatan Cipongkor di Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Lembang, Kamis (6/12/2018). Humas KBB

Bosscha.id – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berkomitmen akan membantu meningkatkan taraf ekonomi para disabilitas. Rencananya, pemerintah daerah akan menggandeng sejumlah perusahaan agar mau memfasilitasi para disabilitas dalam menyalurkan potensi yang dimilikinya.

“Kami berkomitmen akan membantu perekonomian berbasis disabiltas.

Sekarang pun sudah ada 10 perusahaan yang membantu untuk mengembangkan para disabillitas ini,” kata Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, seusai menghadiri acara peringatan Hari Peringatan Disabilitas tingkat Kabupaten Bandung Barat, di Lembang, Kamis (6/12/2018).

Menurut Umbara, para disabiltas memang harus memiliki usaha agar taraf ekonomi mereka bisa meningkat. Apalagi, di Bandung Barat cukup banyak para disabilitas yang memiliki prestasi.

Ia mengatakan, dengan banyaknya para disabilitas berprestasi, itu juga diharapkan bisa mengharumkan nama baik Bandung Barat.

“Sekarang banyak juga atlet difabel  berprestasi. Nah, lewat prestasi, itu dicetakan untuk membawa nama Bandung Barat juga,” ujar Umbara.

Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, saat ini, jumlah penyandang disabilitas mencapai angka 5.726 orang.

“Di Bandung Barat ternyata cukup banyak, penyandang disabilitas ini yang memiliki kemampuan diri. Bahkan itu bisa menciptkan keterampilan-keterampilan yang menarik,” ujar Kepala Dinas Sosial KBB Heri Pratomo.

Baca Juga:   Aa Umbara Buka Ruang Komunikasi Publik Lewat Website Pribadi

Sementara itu, Rahmat Hidayat (25) warga disabilitas asal Bandung Barat yang memiliki bakat desainer  belakangan ini memang mendadak viral di media sosial.

Kendati terlahir dengan keterbatasan fisik, namun tak membuat Rahmat berpangku tangan kepada nasib. Justru, ia terus menggali potensi dirinya untuk dikembangkan meski tak pernah mengenyam pendidikan formal.

“Awal mula mencintai desain fashion ketika menonton film drama Korea berjudul King of Fashion sekitar 10 tahun silam. Film itu bercerita tentang seseorang yang berjuang mewujudkan cita-citanya menjadi desainer. Dari situ, saya terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Kenapa tidak saya coba. Lalu, saya belajar sedikit demi sedikit membuat desain pakaian, dibantu bibi saya yang juga suka menggambar,” terang Rahmat.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password