Proses Kartu Tani di KBB Carut-Marut

Proses Kartu Tani di KBB Carut-Marut
Ilustasri manfaat kartu tani. Net


Bosscha.id – Petani di Kabupaten Bandung Barat meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat segara memproses kepemilikan kartu tani. Saat ini, petani menginginkan kepastian terkait kepemilikan kartu tani agar bisa mengakses pupuk bersubsidi dan juga bantuan lainnya dari pemerintah.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Pandawa Sindangkerta, Sugandi, mengungkapkan bahwa dirinya sudah pernah mengajukan kartu tani ke

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL,red). Namun, hingga kini para petani tak mendapat kejelasan terkait proses kelanjutan kartu tani tersebut.

“Padahal kami sudah diminta untuk memberikan beberapa persyaratan agar bisa segera mendapatkan kartu tani. Semua persyaratan itu sudah diselesaikan. Namun sampai sekarang kami belum menerima informasi lagi,” ungkap Sugandi kepada “Bosccha.id”, Jumat (6/12/2018).

Sugandi menyebutkan secara keseluruhan ada 8 kelompok tani di Kecamatan Sindangkerta. Dipastikan hampir semua petani yang tergabung ke dalam kelompok tani belum memiliki kartu tani.

“Sekarang, anggota yang tergabung dalam kelompok Pandawa berjumlah 25 orang. Mereka semua sudah mengajukan kartu tani. Termasuk persyaratan-persyaratan mulai dari foto-copy ktp dan surat tanah sawah itu sudah dilengkapi.Sekarang kami butuh tindaklanjutnya mengenai kartu tani ini,” terangnya.

Menurut Sugandi karena kartu tani sangat penting, maka para petani berharap bisa segara tercover dan terverifikasi dalam kepemilikan kartu tani. Apalagi kata dia, dengan kartu tani itu dirasa bisa mengurangi beban ekonomi para petani.

“Selama ini kami masih membeli sendiri pupuk. Untuk harga pupuk 1 ball itu bisa mencapai Rp 95 ribu,” sebutnya.

Berdasarkan data dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB pada 2017 jumlah petani di Bandung Barat mencapai hampir 50.000 orang. 

Sementara, dari jumlah tersebut hanya 5.600 petani yang sudah memiliki kartu tani.

Baca Juga:   Anggota DPRD KBB Terpilih Akan di Tes Urine, BNN KBB: Butuh Otak yang Sehat untuk Bisa Memikirkan Nasib Rakyat

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB, Ida Nurhamida belum memberi keterangan untuk mengonfirmasi masalah tersebut. Saat diminta tanggapan melalui telefon selulernya, tidak aktif.

Namun sebelumnya Ida mengungkapkan, selama ini bantuan bagi para petani tidak bisa diberikan secara perorangan, melainkan harus melalui kelompok tani yang sudah memiliki legalitas atau sudah masuk data sistem penyuluhan pertanian.

Adapun menurutnya syarat untuk mendapatkan bantuan, kelompok tani harus mengajukan proposal melalui Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) yang ada di setiap kecamatan.

“Bantuan dari pemerintah bagi petani itu tidak bisa perorangan. Tapi, harus melalui kelompok tani. Dan sekarang

Validasi dan verifikasi data di lapangan terus dilakukan agar para petani memiliki kartu tani,” jelasnya.

Masalah pertanian di KBB selama ini juga kerap menjadi sorotan.Pasalnya, 

masih banyak masalah yang harus dihadapi oleh para petani. Diantaranya masih mahalnya harga pupuk, masalah pengendalian harga pasar dan sulitnya pemasaran hasil produksi para petani sendiri.

“Kestabilan harga, masalah pemasaran harus bisa diselesaikan. Dan tolong, saya minta dinas terkait untuk bisa bekerjasama dengan bagian ekonomi, supaya masalah-masalah seperti ini bisa segera selesai,” kata Anggota Komisi II DPRD KBB, Ade Wawan.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password