Lewat KUR, Pelaku Objek Wisata di Lembang Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas

Lewat KUR, Pelaku Objek Wisata di Lembang Dorong Pelaku UMKM Naik Kelas
Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tengah mengajukan bantuan modal melalui program kredit usaha rakyat (KUR) di Lembang, Selasa (4/12/2018)

Bosscha.id – Pelaku objek wisata di Lembang Kabupaten Bandung Barat terus  memfasilitasi sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bandung Barat. Hal itu dilakukan agar para pelaku UMKM ini bisa lebih berkembang dalam memasarkan hasil produksinya.

Untuk mengembangkan usahanya, saat ini sejumlah pelaku UMKM yang khususnya yang berjualan di objek wisata Floating Market Lembang mendapatkan bantuan modal melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Adapun, bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU antara PT Perisai Utama selaku perusahaan yang mengelola wisata Floating Market dengan Bjb wilayah Padalarang, Tentang Pengelolaan Penyaluran KUR. 

“Seperti di objek wisata Floating Market kebanyakan diisi oleh para pelaku UMKM dengan mendirikan tenant-tenant. Harapan kita, para pelaku UMKM ini bisa terus mengembangkan usahanya,” kata Direktur Utama PT Perisai Utama, Andrian Tristianto di Lembang, Selasa (4/12/2018).

Dikatakan Andrian, sebelum melakukan kerja sama KUR, bahwa pihaknya juga sudah mendata berapa potensi omset yang dihasilkan pelaku UMKM di sini. Hal itu dilakukan agar mereka yang mendapatkan pinjaman modal bisa dengan mudah membayar cicilan setiap bulannya.

“Potensi mereka setiap bulan lumayan bagus dan saya kira mampu untuk membayar cicilannya. Harapan kita, para pelaku UMKM ini bisa terus mengembangkan usahanya melalui bantuan modal,” ujarnya.

Salah seorang pelaku UMKM yang berjualan di wisata Floating Market, Widaningsih, (50), mengatakan, dengan program KUR sangat membantu para pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya. Dirinya pun mengaku sudah mengajukan pinjaman modal melalui program KUR ini sebesar Rp 25 juta.

Baca Juga:   Nasib Pasar Tagog Padalarang di Bandung Barat Semakin Menggantung

“Untuk cicilannya Rp 1,5 juta setiap bulan dengan jangka waktu 1 tahun. Bunganya tidak tinggi sehingga tidak memberatkan para pedagang seperti saya ini,” kata Widaningsih yang juga sudah berjualan sejak 2012 di Floating Market.

Sementara itu, Kepala Cabang Bjb Padalarang, Betty Rahmawati menyebutkan, KUR yang disalurkan kepada para pelaku UMKM ini mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 25 juta.

Ia mengungkapkan, pada dasarnya, Bjb sangat mendukung untuk menyukseskan program KUR sesuai program yang dicanangkan oleh pemerintah khususnya di wilayah Jabar.

“Kerja sama yang dibangun dengan objek wisata dalam penyaluran KUR baru pertama kalinya bersama PT Perisai Utama ini. Alasan kami menjalin kerja sama dengan PT Perisai Utama karena memang pelaku UMKM di sini cukup banyak ada 150 pelaku UMKM,” terangnya.

Ia menambahkan, bahwa penyaluran program KUR di tahun ini, khususnya sampai bulan ini mencapai Rp 3,1 miliar dengan jumlah 27 pelaku UMKM.

“Ke depan kami terus akan memberikan bantuan bagi pelaku UMKM lainnya di Floating Market,” kata Betty.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password