Lingkungan Sekolah Wajib Bebas Narkoba, Guru Harus Siap di Tes Urine

Lingkungan Sekolah Wajib Bebas Narkoba, Guru Harus Siap di Tes Urine
Ilustrasi hidup cerdas tanpa narkoba.Net


Bosscha.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bandung Barat akan melakukan tes urine terhadap sejumlah Guru di Kabupaten Bandung Barat. Tes urine dilakukan dalam rangka Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan pendidikan.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat pada BNN KBB, Ferri Irawan mengatakan, secara bertahap para guru tersebut akan di tes urine.

“Tes urine ini kita mulai dari guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN,red) di KBB. Namun, sebelum itu, mulai dari guru siswa dan orang tua siswa, secara bertahap kita juga akan berikan pemaparan terkait bahaya narkoba ini.Termasuk yang menyangkut segi rehabilitasi dan aspek hukumnya,” katanya di Ngamprah, Kamis (29/11/2018).

Ferri mengungkapkan, jika memang ada guru yang merasa positif menggunakan narkoba, maka sebaiknya guru tersebut melaporkannya ke BNN. Sebab, kata dia, jangan sampai para guru tersebut terkena operasi tangkap tangan (ott,red) oleh petugas BNN.

“Bukan hanya guru, termasuk jika ada keluarga dan kerabat yang terindikasi memakai narkoba tinggal laporkan saja ke kami. Jika mereka lapor, paling langsung akan direhabilitasi. Sebaliknya, jika tak lapor dan positif menggunakan narkoba, justru itu akan ada penegakan hukum,” terangnya.

Ferri melanjutkan, bahwa lingkungan pendidikan, merupakan sasaran prioritas BNN KBB dalam mencegah peredaran narkoba. Bahkan, di setiap sekolah di KBB saat ini sudah ada satgas anti narkoba yang langsung diketuai oleh kepala sekolah.

Baca Juga:   Liburan Akhir Tahun, Tak Perlu Hingga ke Luar Negeri, Cukup di Lembang yang Memiliki Nuansa Jepang, China, Thailand, Korea dan Afrika

“SK sudah ditangani oleh para kepala sekolah. Itu untuk mencegah peredaran narkoba bagi siswa dan guru itu sendiri,” ujarnya.

Ferri juga menambahkan, hampir seluruh sekolah di KBB sudah mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi oleh BNN KBB. Ia berharap dengan intens melakukan P4GN, maka lingkungan sekolah bisa terbebas dari narkoba.

“Kita sudah hampir setengahnya ke sekolah-sekolah di KBB melakukan destiminasi informasi. Harapannya, tak ada lagi narkoba masuk ke sekolah,” ujar Ferri.

Kepala BNN KBB Sam Norati Martiana mengatakan, dengan perlunya pengawasan di lingkungan sekolah, sebab hasil temuan BNN di lapangan, bahwa para remaja rentan menyalahgunakan obat-obat karena mereka bisa mendapatkan dengan mudah. Terlebih, obat-obat tersebut juga biasa dijual di apotek atau toko obat.

“Sudah banyak laporan-laporan ternyata, ada pembelian obat di apotek dalam jumlah banyak terutama dalam bentuk pil. Dan rata-rata mereka pembelinya adalah remaja,” kata Sam.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password