Kaya Akan Kearifan Lokal, 5 Desa di KBB Siap Jadi Desa Wisata

Kaya Akan Kearifan Lokal, 5 Desa di KBB Siap Jadi Desa Wisata
Pemandangan begitu menarik objek wisata di KBB. Net


Bosscha.id – Sebanyak lima Desa di Kabupaten Bandung Barat diproyeksikan akan dikembangkan sebagai desa wisata. Kelima desa tersebut yakni Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Desa Cihanjuang Kecamatan Parongpong, Desa Mukapayung Kecamatan Cililin, Desa Sinar Jaya, Kecamatan Gunung Halu, dan Desa Rende, Kecamatan Cikalongwetan. Dikembangkan lima desa tersebut sebagai desa wisata lantaran memiliki potensi wisata sangat baik.

“Salah satunya potensi untuk mengedepankan kearifan lokal. Dan itu berpotensi untuk pengembangan-pengembangan wisata lokal,” kata Kepala Bidang Kepariwisataan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB Nunung Sonbariah Arta di Ngamprah, di Senin (29/10/2018).

Nunung menyebutkan, kelima desa tersebut saat ini tengah menunggu Surat Keterangan (SK) dari Bupati. Diharapkan dengan turunnya SK tersebut bisa mempermudah pembangunan dan pengembangan di desa wisata tersebut.

“Saat ini SK tersebut sedang dalam diproses, ya mudah-mudahan saja segera selsai,” ucapnya.

Nunung menjelaskan, dalam membentuk desa wisata tersebut pihaknya akan bekerjsama dengan universitas kepariwisataan. Ia menargetkan, kelima desa wisata sudah bisa dikembangkan pada tahun ini.

“Dengan berkembangnya wisata baru diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Sebab nantinya, desa wisata ini akan dikelola oleh warga sekitar dan kelompok sadar wisata (pokdarwis,red),” ujarnya.

Pengembangan Wisata Terganjal Anggaran 

Sementara itu, Kepala Disparbud KBB Sri Dustirawati mengungkapkan, pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bandung Barat saat ini masih terkendala dengan anggaran. Padahal menurutnya, untuk mewujudkan pariwisata yang baik, saat ini dibutuhkan anggaran untuk promosi, pembangunan infrastruktur hingga penyediaan sarana dan prasarana di area wisata.

Baca Juga:   Komisi I DPRD KBB: Aa Umbara dan Hengki Kurniawan Harus Mewujudkan Birokrasi Pro Rakyat

“Kalau untuk dari APBD bisa dikatakan masih minim, karena tidak hanya biaya promosi tapi juga untuk pembenahan infrastruktur dan sarana di lokasi wisatanya justru yang mahal,” ujar Sri.

Sri menambahkan, saat ini pihaknya tengah berupaya agar anggaran untuk pengembangan pariwisata ini tidak hanya mengandalkan dari APBD, namun bisa dari provinsi dan bantuan pusat.

Terlebih menurutnya, saat ini pemerintah daerah tengah fokus untuk pengembangan Desa Wisata Rende di Kecamatan Cikalongwetan yang diproyeksikan menjadi desa wisata bumbu wisata nusantara.

“Pariwisata di Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu poin penting bagi pembangunan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, sekarang kami juga tengah fokus pada agenda seperti mengembangkan desa wisata yang ada di 16 kecamatan,” ujar Sri.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password