Akur Diminta Realisasikan Janji Kampanye untuk Buruh

Akur Diminta Realisasikan Janji Kampanye untuk Buruh
Bosscha.id

Bosscha.id – Sekitar 80 persen kaum buruh di Kabupaten Bandung Barat saat ini masih tak memiliki rumah tinggal. Akibat kondisi tersebut ribuan buruh yang bekerja di sejumlah industri tersebut terpaksa harus mengontrak.

Ketua DPC SPN KBB, Budiman berharap Bupati Bandung Barat dan Wakil Bupati terpilih Aa Umbara Sutisna-Hengki Kurniawan (Akur) merealisasikan perumahan murah bagi kaum buruh. Apalagi program rumah murah merupakan bagian dari kontrak politik antara kaum buruh dengan Akur pada Pilkada KBB beberapa waktu lalu.

“Itu kontrak politik yang sudah disepakati, kami hanya menunggu realisasi dari program tersebut,” katanya di Ngamprah, Senin (1/10/2018).

Budiman menambahkan, bahwa pihaknya akan terus mengawal agar program rumah tersebut bisa direalisasikan oleh Bupati dan Wakil Bupati.

“Dalam hal ini, mou kita harus direalisasikan,” ucapnya.

Sementara itu, Aa Umbara mengatakan, bahwa pihaknya siap merealisasikan  perumahan murah bagi kaum buruh tersebut.

“Memang 80 persen buruh di KBB masih mengontrak. Saya ingin ada rumah murah untuk buruh di KBB. Karena mayoritas buruh di KBB itu masih ngontrak, artinya mereka belum memiliki rumah sendiri. Dengan program ini diharapkan bisa membantu mereka supaya dapat rumah sendiri dengan cara menyicil,” Kata Aa Umbara.

Aa Umbara juga menjelaskan, kaum buruh bisa mendapatkan perumahan murah dengan biaya cicilan perbulannya tidak lebih dari Rp600-700 ribu rupiah. Bahkan, diupayakan tidak ada uang muka untuk mendapatkan satu unit rumah bagi kaum buruh tersebut.

“Saya sudah berkomunikasi dengan beberapa investor termasuk perumnas. Intinya bagaimana caranya kaum buruh ini bisa memiliki rumah sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut Aa menjelaskan program ini sebagai bentuk keberpihakan Pemerintah terhadap nasib kaum buruh yang saat ini mayoritas masih belum memiliki tempat tinggal secara menetap. Menurutnya, untuk merealisasikan janji politiknya itu, pihaknya menargetkan akan membangun 20 ribu rumah.

Baca Juga:   Komisi I DPRD KBB: Aa Umbara dan Hengki Kurniawan Harus Mewujudkan Birokrasi Pro Rakyat

“Untuk tahap pertama bisa dibangun 10 ribu rumah pada akhir tahun 2019. Lokasinya antara di Kecamatan Padalarang dan Cipatat,” ujarnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB, Iing Solihin mengatakan akan segera menginventarisir jumlah real kaum buruh yang belum memiliki rumah.

“Termasuk berkoordinasi dengan Apindo dan BPS sebagai mitra pemerintah untuk merealisasikan program rumah murah ini,” kata Iing.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password