Pagelaran Kesenian Wayang Golek Kini Semakin Tenggelam

Bosscha.id

Bosscha.id – Kontribusi Pemerintah Daerah terhadap nasib dalang dan seni pewayangan di Kabupaten Bandung Barat masih kurang. Dengan demikian, pagelaran wayang dihadapkan masa krisis dan semakin sepi.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Persatuan Padalangan Indonesia (PAPADI) Kabupaten Bandung Barat Dadang Mulyana Sunandar di Ngamprah, Minggu (7/10/2018).

Ia menyebutkan, total dalang di KBB yang tercatat oleh PAPADI saat ini ada 99 dalang. Menurutnya, para seniman dalang kini butuh perhatian dari pemerintah.

“Harapan kami pemerintah bisa memperhatikan nasib senimam khususnya dalang ini. Atau minimalnya, ada uang intensif untuk pembinaan bagi para pelaku seni wayang ini,” ujar Dadang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun “Bosscha” dari berbagai sumber, pertunjukan kesenian wayang golek berbahasa Sunda memang saat ini lebih dominan berkembang di Jawa Barat. Seni wayang golek mulai mendapatkan bentuknya sekitar abad ke-19.

Adapun saat itu kesenian wayang golek merupakan seni pertunjukan teater rakyat yang dipagelarkan di desa atau kota karesidenan. Selain berfungsi sebagai pelengkap upacara selamatan atau ruwatan, pertunjukan seni wayang golek juga menjadi tontonan dan hiburan dalam perhelatan tertentu.

Dadang pun tak bisa memungkiri, bahwa seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dan bermunculannya budaya-budaya baru di era modern seperti saat ini. Hal itu pun membuat keberadaan pertunjukan seni wayang mulai tenggelam.

Baca Juga:   Aa Umbara Buka Ruang Komunikasi Publik Lewat Website Pribadi

Padahal, lanjut Dadang, wayang merupakan salah satu warisan budaya sangat penting. Bahkan sejak dulu pertunjungkan wayang banyak diminati oleh masyarakat.

“Zaman sekarang sudah semakin berbeda. Teknologi dan perkembangan zaman harus diakui itu cukup berpengaruh terhadap perubahan budaya. Sehingga ini membuat kurangnya minat masyarakat untuk lebih mengenal kesenian seperti pergelaran wayang ini,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan kondisi tersebut kini dibutuhkan upaya untuk melesatarikan kesenian wayang.  Salah satunya dengan dukungan keberpihakan pemerintah terhadap nasib dalang dan wayang.

Ia berharap khusus untuk di Kabupaten Bandung Barat, pemerintah daerah bisa memprioritaskan terhadap kesenian-kesenian wayang tersebut agar lebih dilestarikan lagi.

“Mungkin salah satunya, itu bisa dibuatkan peraturan daerah (perda,red) di dunia pendidikan. Perda tersebut bisa saja, nanti isinya bahwa setiap sekolah bisa menampilkan pertunjukan wayang,” ungkapnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password