Walhi: Puluhan Industri di KBB Cemari Lingkungan

Walhi: Puluhan Industri di KBB Cemari Lingkungan
Masifnya dominasi industri berdampak pada kerusakan lingkungan.Net


Bosscha.id – Sejumlah perusahaan industri di Kabupaten Bandung Barat saat ini diduga membuang limbah cair pabrik ke Sungai Citarum. Berdasarkan data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat setidaknya 25 perusahaan di KBB masih membuang limbah pabriknya ke anak Sungai Citarum.

Salah satu perusahaan yang diduga membuang limbah pabrik ke salah satu anak Sungai Citarum di Desa Batujajar Timur Kecamatan Batujajar itu yakni PT Brother yang bergerak di bidang celup Textile.

“Untuk kasus PT Brother, kami menemukan pembuangan limbah itu pada Senin sore (2/4/2018). Dan kemarin (8/4/2018), kami melalui tim lapangan sudah mengambil sampel air nya untuk di uji laboratorium,” kata Ketua Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan, saat dihubungi  via sambungan selulernya, Senin (9/4/2018). 

Menurut Dadan, memang temuan terakhir, PT Brother diduga dengan sengaja membuang limbah cair tanpa melalui proses IPAL (Instalasi Pengolahana Air Limbah). 

“Bahkan, secara kasat mata, air Sungai Citarum yang diambil sampelnya itu nampak tercemar,” kata Dadan.

Dadan menambahkan, berdasarkan kasus-kasus sebelumnya, banyak limbah pabrik yang tidak sesuai baku mutu. Padahal, seharusnya limbah yang hendak dibuang itu harus terlebih dahulu melalui proses IPAL.

Ia pun meminta agar pemerintah bisa turun tangan mengatasi terkait permasalahan limbah tersebut.

“Sebenarnya ini tugas pemerintah untuk melakukan uji lab air Sungai Citarum.

Karena banyak perusahaan bandel yang membuang limbahnya tanpa melalui proses IPAL,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat melakukan uji laboratorium sampel limbah pabrik terhadap salah satu perusahaan industri yakni PT Brother yang diduga telah mencemari anak Sungai Citarum. 

Sampel air diambil dari sejumlah titik kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisa. 

“Untuk memastikan limbah pabrik PT Brother apakah mencemari sungai, memang kita langsung menijau ke lokasi untuk mengambil sampel air. Sekarang kita tinggal tunggu saja hasil sampel dari lab itu,” kata Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH KBB Zamila Floreta.

Baca Juga:   Aa Umbara Buka Ruang Komunikasi Publik Lewat Website Pribadi

Zamilia menegaskan, jika dari hasil lab menunjukan air diatas baku mutu, maka DLH akan memberikan sanksi kepada PT Brother perusahaan yang juga bergerak di bidang celup Tekstile tersebut. Sementara, rencananya pada Selasa (24/4) hasil lab baru akan diketahui. 

“Proses uji lab dilakukan selama 14 hari. Dan mungkin hasilnya besok (hari ini,red) sudah ada. Jika memang menyalahi, kita akan berikan sanksi admintrasif,” kata Zamilia.

Meski demikian Zamilia mengatakan, saat ini DLH belum bisa memastikan bahwa PT Brother telah melakukan pencemaran lingkungan. Pasalnya, untuk di sekitaran wilayah PT Brother, masih banyak perusahaan yang berdiri.

“Hasil lapangan secara visusal bisa saja tidak mengarah ke PT Brother. Sebab, tak jauh dari PT Brother masih ada pabrik-pabrik lain. Tapi yang jelas itu sudah dilakukan pengambilan di titik outlet. Apakah air di bawah baku mutu atau diatas baku matu, kita tunggu saja hasilnya,” kata Zamilia.

Lebih lanjut Zamilia menambahkan, berdasarkan data DLH KBB, saat ini ada 107 perusahaan industri berdiri. Adapun, seluruh perusahaan tersebut yang saat ini memiliki dokumen perizinan lengkap.

“Itu data dari tahun 2015 sampai 2018. Perusahaan itu mempunyai izin kegiatan di KBB,” ujarnya.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password