121,71 Hektare Kawasan Perkotaan di KBB Kumuh

121,71 Hektare Kawasan Perkotaan di KBB Kumuh
Wilayah perkotaan tampak begitu kumuh. Net


Bosscha.id – Wilayah perkotaan di Kabupaten Bandung Barat yakni Ngamprah, Lembang, Padalarang, dan Cililin menjadi kawasan terluas kekumuhan di KBB saat ini. Berdasarkan data Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kabupaten Bandung Barat saat ini, luas kawasan kumuh di wilayah perkotaan tersebut mencapai 121,71 hektare.

Menurut Kepala Bidang Perencanaan Fisik Bapeda Amir Martazuli, kekumuhan terjadi di wilayah tersebut disebabkan karena faktor sampah, tidak adanya sanitasi air bersih dan masih banyaknya rumah tidak layak huni.

“Sebetulnya banyak faktor, wilayah disebut kumuh. Namun, untuk saat ini di KBB, sampah, sanitasi air dan rumah tidak layak huni menjadi penyebab utama,” katanya di di Ngamprah, Selasa (6/8/2018).

Amir menyebutkan, kekumuhan yang meliputi wilayah perkotaan tersebut masuk dalam katagori wilayah Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Dikatakan, untuk mengatasi kekumuhan tersebut saat ini pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah meynyiapkan anggaran.

“Tahun ini total Rp 7 miliar dari APBN untuk penanganan sisa kumuh pusat. Sementara untuk Kabupaten itu, baru akan di anggarkan di ABPD sebesar Rp 300 juta,” ungkapnya.

Amir menambahkan, Pemkab Bandung Barat saat ini menargetkan kawasan kumuh di perkotaan akan dituntaskan setiap tahunnya. Terlebih, daerah ibu kota di Kecamatan Ngamprah juga memiliki kawasan kumuh.

Baca Juga:   Proyek KCIC Rusak Pipa Air Milik BUMD KBB

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman KBB Rachmat Adang Syafaat sebelumnya mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan penataan kawasan kumuh. Hal ini dilakukan lantaran wilayah perkotaan merupakan etalase Kabupaten Bandung Barat.

“Melalui program Kota Tanpa Kumuh kita akan melakukan penataan kawasan kumuh agar semakin bersih dan indah,” kata Kepala Dinas Kimrum Adang Rahmat.

Ia menambahkan, penataan kawasan kumuh tersebut di antaranya mencakup perbaikan jalan, drainase, MCK, paving block, dll. Program ini sudah berjalan dari tahun-tahun sebelumnya dan masih akan terus berlanjut hingga kawasan kumuh mencapai 0%, sesuai dengan target pemerintah pusat.

“Selain itu, penataan kawasan kumuh merupakan salah satu dari dua indikator kerja utama. Satu indikator lainnya yaitu perbaikan rumah tak layak huni,” katanya

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password